Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Mau Jadi Raja Mobil Listrik, Elon Musk
    Insight News

    China Mau Jadi Raja Mobil Listrik, Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2023Updated:19 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Saat ini, China jadi pasar terkuat mobil listrik di dunia. Jauh meninggalkan negara besar lain seperti Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, hingga Eropa.

    Salah satu yang dilakukan adalah memberikan insentif, yang sekarang dilakukan oleh AS hingga Selandia Baru. Dengan begitu memacu penjualan kendaraan listrik.

    Program subsidi itu sudah berjalan selama satu dekade. Pembeli mobil listrik mendapatkan 60 ribu yuan (Rp 125,4 juta) selama program nasional yang berakhir tahun 2022 lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski program nasional telah berakhir, sejumlah pemerintah daerah masih memberikan subsidi pada masyarakat yang membeli kendaraan EV. Shanghai, misalnya, terus membagikan potongan harga hingga 10 ribu yuan, dikutip dari Yahoo Financial, Selasa (18/7/2023).

    Pemerintah juga memberikan keringanan pajak 10% pada mobil di bawah 300 ribu yuan (Rp627,2 juta) hingga 2025. Program itu akan berlanjut pada 2026 dan 2027 dengan potongan 5%.

    Bukan hanya masyarakat, para produsen juga kebagian insentif pemerintah. Dukungan ini membantu banyak orang hingga banyak perusahaan yang muncul di pasaran. Tercatat lebih dari 500 merek EV pada tahun 2019.

    Stasiun pengisian juga disediakan dan mudah diakses. Standard charger juga dibuat sama, jadi mobil menggunakan colokan yang sama.

    Di seluruh China tercatat ada 6,36 juta charger EV. Jumlahnya lebih banyak daripada negara manapun di dunia.

    China yang dikenal punya banyak aturan juga melakukan hal serupa sebagai upaya memenangkan industri mobil listrik. Salah satunya hukuman bagi pembuat mobil dengan konsumsi bahan bakar yang tinggi dan poin mereka yang negatif bisa ditarik dari pasaran.

    Pembeli mobil bensin juga dipersulit mendapatkan pelat nomor baru. Misalnya dengan model lotere atau harga jual yang tinggi dengan rata-rata 92.780 yuan (Rp 193,9 juta).

    Kendaraan ramah lingkungan juga bukan hanya pada mobil pribadi. Namun pemerintah menggunakannya pada angkutan umum dan armada taksi.


    Artikel Selanjutnya


    Rahasia Mobil Murah Tesla Terbongkar, Cat Kering China-Korea!


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.