Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Buka-Bukaan Nasib Twitter di Ujung Tanduk
    Insight News

    Elon Musk Buka-Bukaan Nasib Twitter di Ujung Tanduk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Juli 2023Updated:18 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk terang-terangan mengaku Twitter masih rugi. Ia menyalahkan beban utang yang berat dan penurunan pendapatan iklan.

    Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah tweet balasan untuk seorang warganet. Awalnya, sebuah akun menyarankan Musk untuk membentuk konsorsium bersama dan melunasi utang Twitter.

    Musk membalas dengan mengeluhkan posisi keuangan perusahaan yang sedang tidak baik-baik saja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Arus kas kami masih negatif. Faktornya, penurunan pendapatan iklan 50% dan beban utang yang berat,” cuit Musk, dikutip dari Insider, Senin (17/7/2023)

    “Kami perlu mencapai arus kas positif sebelum mendapatkan ‘kemewahan’,” imbuhnya.

    Pria terkaya di dunia itu membuat perubahan besar di Twitter sejak membeli platform tersebut di akhir tahun lalu seharga US$44 miliar. Salah satunya memangkas sekitar 90% karyawan.

    Pengambilalihan itu dibiayai dengan pinjaman dalam jumlah besar. Pembayaran bunganya saja diperkirakan sekitar US$ 1,5 miliar per tahun, menurut laporan Reuters.

    Fidelity, seorang manajer aset, memperkirakan pada Mei lalu  bahwa Twitter sekarang hanya bernilai US$15 miliar. Prediksi itu bahkan sebelum Meta meluncurkan Threads, yang diharapkan Mark Zuckerberg akan menjadi pembunuh Twitter.

    Dokumen internal yang dibagikan dengan The New York Times pada bulan Juni menunjukkan bahwa pendapatan iklan turun hampir 60%.

    Itu terjadi di tengah penurunan dalam periklanan online, dengan banyak perusahaan memilih untuk mengurangi biaya pemasaran.

    Sementara itu, langkah-langkah yang diharapkan Musk akan menghasilkan aliran pendapatan baru belum dimulai. Kebijakan akun premium lewat Twitter Blue hanya menghasilkan US $11 juta dalam tiga bulan pertama.

    Insentif untuk menarik kreator ke platform dan mendapatkan lebih banyak pendaftaran ke Twitter Blue dengan membayar pengguna berdasarkan tayangan, juga tampaknya tidak akan menghasilkan perubahan pendapatan yang nyata.


    Artikel Selanjutnya


    Heboh Elon Musk Diserang Netizen, Begini Kronologinya

    (fab/fab)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.