Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»UMKM Terancam, TikTok Jual Baju Impor China Merek Sendiri
    Insight News

    UMKM Terancam, TikTok Jual Baju Impor China Merek Sendiri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Juli 2023Updated:17 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu terakhir, dikabarkan Tiktok memiliki Project S untuk menjual produknya sendiri. Ternyata barang-barang tersebut berasal dari negara asal aplikasi tersebut, China.

    Dalam laporan Financial Times pada 21 Juni 2023 menuliskan semua barang yang masuk dalam iklan dikirim dari China. Perusahaan yang menjualnya terdaftar berasal dari Singapura dan dimiliki oleh perusahaan induk Tiktok berbasis di Beijing, Bytedance.

    Modelnya, Financial Times mengungkapkan mirip seperti yang dilakukan Amazon untuk membuat dan mempromosikan barang terlarisnya sendiri. Konsep ini akan mengubah cara Tiktok berjualan, yakni melalui vendor lain di dalam Tiktok Shop yang akan mendapatkan komisi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bytedance akan mengambil semua hasil penjualan. Empat orang sumber mengatakan hasil penjualan dilakukan sebuah fitur bernama Beat Trendy.

    Tiktok mengonfirmasi tengah menguji coba fitur tersebut. Menurut perusahaan, saat ini sedang dalam tahap awal eksperimen.

    “Kami selalu mencari cara baru meningkatkan pengalaman komunitas kami dan kami sedang dalam tahap awal bereksperimen dengan fitur belanja baru,” kata Tiktok, dikutip dari Financial Times, Senin (17/7/2023).

    Financial Times melaporkan Trendy Beat mulai terlihat oleh pengguna di Inggris. Fitur itu menawarkan barang populer di video.

    Kabar kehadiran Project S ini juga membuat heboh Indonesia. Pasalnya dikhawatirkan proyek tersebut menjadi strategi khusus Tiktok mengoleksi data produk yang laris di suatu negara.

    Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menyinggung kehebohan tersebut. Dia mendorong Kementerian Perdagangan untuk merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50/2020 untuk melindungi UMKM lokal dari potensi bahaya Project S.

    PerwakilanTiktok Indonesia sendiri membantah bisnis lintas batas untuk digunakan di tanah air. “Tidak ada bisnis lintas batas [cross-border]

    di TikTok Shop Indonesia,” ujarnya, via pesan singkat kepada CNBC Indonesia.



    Artikel Selanjutnya


    TikTok Punya Fitur Baru, Ancaman untuk Ruangguru-Zenius

    (npb/npb)


    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.