Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ecommerce Jangan Cemas Jualan Sepi, Ada Kabar Baik dari AS
    Insight News

    Ecommerce Jangan Cemas Jualan Sepi, Ada Kabar Baik dari AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2023Updated:14 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pesta belanja online di Amerika Serikat membawa kabar baik untuk industri ecommerce. Setelah berbulan-bulan malas belanja online, warga AS ramai-ramai berburu barang di ajang Amazon.com Prime Day.

    Berdasarkan data Adobe Analytics yang dikutip Reuters, nilai transaksi belanja online di AS naik 6 persen menjadi US$ 6,4 miliar dibandingkan dengan tahun lalu pada hari pertama ajang Amazon.com Prime Day.

    Amazon.com Prime Day adalah ajang dua hari yang menawarkan diskon besar-besaran bagi pembeli online. Warga AS biasanya memanfaatkan momen ini untuk berburu berbagai produk, mulai dari peralatan elektronik rumah tangga hingga mainan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut Reuters, warga AS memang menantikan kesempatan membeli barang dengan harga diskon. Di tengah tekanan kenaikan suku bunga dan inflasi harga barang kebutuhan pokok seperti makanan, penduduk Negeri Paman Sam memutuskan menunda pembelian barang berharga tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

    Nilai transaksi belanja online untuk peralatan elektronik rumah tangga seperti kulkas dan AC melonjak 37 persen dibanding Juli, sedangkan penjualan mainan lewat kanal online naik 27 persen. 

    Nilai belanja per transaksi juga naik. Menurut data Numerator yang dikutip Reuters, rata-rata belanja per transaksi selama hari pertama Prime Day naik dari US$ 53,14 (sekitar Rp 796 ribu) menjadi US$ 56,64 (sekitar Rp 849 ribu).

    Adobe Digital Insights memperkirakan Amazon bakal meraup US$ 12 miliar hingga US$ 13 miliar dalam ajang pesta belanja online tersebut.

    Tujuan utama dari ajang Amazon.com Prime Day bukan volume transaksi. Fokus perusahaan adalah menawarkan diskon sehingga konsumen mau membayar biaya langganan tahunan Amazon Prime, yang menawarkan gratis ongkos kirim.

    Platform kompetitor seperti Walmart, Target, dan Best Buy juga menawarkan diskon besar selama pekan belanja online yang digelar Amazon.com. Walmart menawarkan program langganan bernama Wlamart+ yang disertai diskon 50 persen untuk biaya tahunan.

    Rob Garf dari Salesforece menyatakan diskon yang ditawarkan kompetitor membuat tingkat konversi di Amazon.com merosot karena calon pelanggan membandingkan harga di Amazon.com dengan diskon yang ditawarkan di tempat lain.

    “Artinya setiap kunjungan [ke website Amazon.com] profitnya makin turun,” kata Garf. “Walmart dan perusahaan lain mencari pelanggan baru dengan menarik mereka memberikan nilai jangka panjang.”



    Artikel Selanjutnya


    Dimodali Investor Gojek, Startup Ini Mau Caplok Brand Asli RI

    (dem/dem)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.