Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gagal di RI, Startup Ojol Rp 1,2T Sukses Mau Kejar Apple
    Insight News

    Gagal di RI, Startup Ojol Rp 1,2T Sukses Mau Kejar Apple

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2023Updated:13 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan transportasi online Uber Technologies resmi angkat kaki dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada 2018 silam.

    Uber yang berasal dari Amerika Serikat (AS) agaknya tak kuat melawan dominasi Grab di pasar Asia Tenggara, serta GoJek secara spesifik di Indonesia. 

    Alhasil, Uber menyerahkan operasionalnya di Asia Tenggara ke tangan Grab. Sebagai bagian dari akuisisi, Uber akan memiliki 27,5% saham perusahaan asal Singapura tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain di Asia Tenggara, Uber juga menyerahkan bisnisnya di China ke raksasa ride-hailing lokal Didi Chuxing. Kala itu, Uber mengatakan akan fokus pada sejumlah pasar utama mereka.

    Strategi ini sepertinya berhasil menyeimbangkan neraca keuangan perusahaan, sehingga bisnis Uber tetap langgeng dengan pertumbuhan stabil.

    Firma The Montley Fool memprediksi Uber bakal segera bergabung dengan Apple, Microsoft, Amazon Cs sebagai perusahaan bernilai US$ 1 triliun.

    Pendapatan Uber tahun 2022 sebesar $31,8 miliar dan kapitalisasi pasarnya saat ini sebesar $86 miliar. Sahamnya diperdagangkan dengan rasio harga terhadap penjualan (P/S) 2,7.

    Sebelumnya, rasio P/S Uber pernah diperdagangkan paling tinggi 8,9. Hitungan kasarnya, bisa ditarik titik tengah di angka 5,8.

    Artinya, Uber harus menghasilkan pendapatan $172 miliar per tahun untuk bisa jadi perusahaan bernilai $1 triliun. The Montley Fool mengatakan angka itu bisa dicapai dalam kurun waktu satu dekadi, antara 2023-2033.

    Syaratnya, pendapatan Uber per tahun tumbuh setidaknya 18,4%. Selama 5 tahun berturut-turut, pertumbuhan pendapatan Uber rata-rata mencapai 32,2%.

    Pandemi dan iklim ekonomi yang tak stabil terbukti tak memperlambat pertumbuhan Uber selama beberapa tahun belakangan. Melihat pola tersebut, analis optimis Uber akan jadi perusahaan selanjutnya yang bernilai US$ 1 triliun.

    Pertumbuhan bisnis Uber disokong fitur pendukung seperti pengantaran makanan (food delivery) dan pengiriman barang (commercial freight).

    Tahun lalu, Uber juga meneken kesepakatan dengan Motional yang merupakan joint venture antara Hyundai dan Aptiv. Motional mengembangkan teknologi mobil tanpa awak (autonomous car) pada Hyundai Ioniq 5

    Uber sendiri saat ini melayani 130 juta konsumen per bulan. Bersama dengan Motion, raksasa ride-hailing itu bisa menciptakan jaringan transportasi tanpa awak terbesar.

    Namun, belum diketahui bagaimana otomatisasi ini akan berdampak pada mitra pengendara Uber.



    Artikel Selanjutnya


    Ojol Tuding Potongan Aplikasi Kegedean, Langgar Aturan

    (fab/fab)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.