Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Covid, Belut Vampir Purba Penghisap Darah Bermunculan
    Insight News

    Covid, Belut Vampir Purba Penghisap Darah Bermunculan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Juli 2023Updated:10 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Seekor ikan parasit pemangsa ikan lain ditemukan berada di danau-danau di perbatasan Amerika Utara dan Kanada. Dilaporkan hewan dengan julukan belut vampir memiliki populasinya terus meningkat di wilayah tersebut.

    Ikan ini dilaporkan telah terdeteksi sejak awal abad ke-19 melalui Kanal Welland, ungkap laporan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Dengan cepat populasi Sea Lamprey berada di kelima danau dalam Great Lakes.

    NOAA juga melaporkan belut tersebut memangsa ikan trout, whitefish, perch, dan sturgeon. Bahkan membuat jumlah ikan trout yang bisa ditangkap berkurang drastis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dalam satu abad, penangkapan ikan trout anjlok, sebagian besar karena perkembangbiakan Lamprey yang tidak terkendali,” kata NOAA, dikutip dari Science Alert, Rabu (5/7/2023).

    Spesies itu sebenarnya dikendalikan oleh Great Lakes Fishery Commission bersama dengan US Fish and Wildlife Service dan Fisheries and Oceans Canada. Bahkan jumlahnya sempat berkurang 90% di sebagian wilayah Great Lakes.

    Namun saat pandemi Covid-19, sekitar 2020 dan 2021, membuat pengelolaan spesies menjadi terkendala. Akhirnya ditemukan populasinya mengalami peningkatan. Science Alert menuliskan tidak diketahui jumlah peningkatan populasi.

    Pengendaliannya pun bukan sesuatu yang mudah. Laporan Undark Magazine, publikasi ilmiah non-profit, menjelaskan mereka yang bertanggung jawab mengontrol populasi hanya mampu mengerjakan 25% pada 2020, namun tahun berikutnya meningkat 75%.

    Biaya yang dikeluarkan pun tak sedikit. Wired menuliskan diperkirakan mencapai US$15-US$20 juta per tahunnya.

    Selain itu untuk mengurangi populasi belut vampir itu juga membutuhkan pestisida yang tepat waktu bernama lampricide.


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.