Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Terungkap! Rahasia Umur Panjang Ala Penduduk Jepang
    Inspiring You

    Terungkap! Rahasia Umur Panjang Ala Penduduk Jepang

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 Juli 2023Updated:9 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jepang adalah salah satu negara di dunia dengan angka harapan hidup yang tinggi. Bahkan, tidak sedikit warga negara Jepang yang hidup mencapai usia lebih dari 100 tahun.

    Padahal, etos kerja yang tidak kenal waktu dan tingkat stress tinggi dalam beberapa hal membayangi warga negara tersebut. Lantas, mengapa masyarakat Jepang masih bisa berumur panjang?

    Michiko Tomioka, ahli nutrisi Jepang, menegaskan bahwa resep umur panjang warga Jepang adalah pola dan pilihan makanan yang teratur.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ibu saya, seorang penyintas kanker, berusia 86 tahun (masih hidup), dan bibi saya masih kuat di usia 98 tahun,” ujarnya dikutip dari CNBC Internasional, Minggu (9/7/2023).

    Untuk mencapai hal ini, Tomioka menyarankan seseorang harus mengkonsumsi makanan yang memiliki khasiat obat. Dia juga menyarankan orang menghindari 6 makanan spesifik demi menjaga tubuh sehat.

    Berikut ini enam makanan yang harus dihindari orang yang ingin hidup panjang:

    1. Makanan cepat saji (fast food)

    Makanan cepat saji memang lezat, namun menurut Michiko mengkonsumsinya hanya akan membuat seseorang merasa kembung dan lelah.

    Apalagi, makanan cepat saji juga mengandung tinggi garam, lemak trans, dan lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat Low Density Lipoprotein (LDL) dalam darah.

    Sebagai gantinya, lagi-lagi Michiko menyarankan orang mengkonsumsi tahu.

    2. Soda manis

    Minum soda manis hingga dua kaleng sehari atau lebih dapat membuat seseorang berisiko lebih besar terkena diabetes tipe 2. Michiko juga menyarankan untuk berhati-hati dengan soda dengan pemanis buatan, yang dapat mempersulit seseorang untuk fokus dan bahkan memicu migrain.

    Michiko mengungkapkan untuk menggantikan soda manis, teh hijau bisa jadi pilihan karena segar dan rendah kalori, contohnya seperti es matcha atau hojicha yang mengandung lebih sedikit kafein.

    3. Keju

    Produk susu seperti keju merupakan sumber kalsium dan protein yang baik, tetapi tidak semua produk keju memberi Anda manfaat kesehatan terbaik.

    “Saya cenderung menghindari keju krim karena merek konsumen paling populer hanya memberi Anda sekitar lima gram protein. Dan hanya satu ons saja dapat mengandung 27 miligram kolesterol,” tutur Michiko.

    Michiko sendiri lebih mengkonsumsi selai beraroma favorit khas Jepang bernama kinako, yang terbuat dari tepung kedelai dan pasta wijen.

    4. Sereal atau sarapan manis

    Saat sedang terburu-buru dan tidak punya waktu untuk makan di pagi hari, banyak orang lebih memilih cara simpel seperti menuangkan sereal dari kotak dan menuangkan susu di atasnya.

    Padahal, sereal memiliki banyak gula di dalamnya dan dapat menyebabkan masalah dengan tekanan darah, penambahan berat badan, peningkatan peradangan, dan berisiko terkena diabetes.

    Alternatif sarapan sehat dari Michiko adalah natto alias kacang kedelai fermentasi ala Jepang. Namun untuk lidah orang Indonesia natto mungkin kurang cocok. Ada baiknya jika diganti dengan makanan sehat lain seperti arem-arem atau bubur.

    5. Permen

    Permen jadi camilan favorit semua kalangan, sayangnya permen mengandung terlalu banyak gula. Selain itu, permen yang mengandung pati jagung bisa berbahaya bagi jantung dan otak Anda. Meski begitu, sesekali Anda bisa mengkonsumsi permen seperti cokelat hitam yang kaya akan antioksidan untuk penyangkal penyakit.

    Untuk memuaskan hasrat manis, Anda bisa makan makan puding, madu, pisang beku, atau cokelat hitam tanpa pemanis.

    6. Daging olahan

    Menurutnya, makanan daging olahan harus diwaspadai, pasalnya daging olahan seperti sosis mengandung tinggi garam. Selain itu, daging olahan juga mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko kanker tertentu seperti kanker kolorektal dan kanker payudara.

    Sebagai gantinya, Michiko menyarankan jika seseorang ingin makanan yang tinggi protein tetapi rendah garam dan pengawet, tahu bisa jadi solusinya.

    “Saya juga suka bola nasi multigrain dengan tuna yang dibungkus rumput laut (nasi kepal), yang dikemas dengan mineral penting seperti zat besi, kalsium, folat, dan magnesium,” kata Michiko.



    Artikel Selanjutnya


    5 Makanan Jepang yang Bisa Bikin Panjang Umur, Pernah Coba?

    (haa/haa)


    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.