Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Yahoo Comeback dan Makin Agresif, Google Siap-Siap Keok
    Insight News

    Yahoo Comeback dan Makin Agresif, Google Siap-Siap Keok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2023Updated:5 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Era 90-an hingga 2000-an awal merupakan masa kejayaan Yahoo. Raksasa teknologi tersebut bisa dibilang membawa peradaban baru ke era dotcom.

    Setelah lama tak terdengar akibat tergerus kompetisi, Yahoo akhirnya bakal comeback ke lantai bursa setelah 6 tahun hengkang (delisting). CEO Yahoo Jim Lanzone mengatakan perusahaan siap IPO karena kinerja bisnis diklaim ‘menjanjikan’.

    “Kami sudah siap secara finansial. Neraca keuangan kami sehat dan Yahoo mendulang profit,” kata dia dalam wawancara eksklusif bersama FinancialTimes.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lanzone mengakui Yahoo sempat tergopoh-gopoh dalam beberapa tahun belakangan. Namun, ia mengklaim Yahoo masih jadi sumber informasi yang dicari warganet untuk topik ekonomi, olahraga, dan berita.

    Setidaknya, Yahoo selalu berada di peringkat ‘Top 3’ untuk pencarian informasi tentang topik-topik itu, dikutip dari TheRegister, Rabu (5/7/2023).

    “Meski perusahaan kami memang menghadapi tantangan persaingan, tetapi trafik kami masih besar. Ke depan, kami yakin bisa bersaing dengan produk yang kami tawarkan,” Lanzone menuturkan.

    “Kami akan lebih agresif,” ujarnya.

    Namun, tak dijelaskan lebih rinci kapan Yahoo akan IPO. Yang jelas, Google sepertinya perlu waspada dengan kembalinya sang raja internet era 90-an.

    Sebagai informasi, Yahoo melantai ke bursa sebagai perusahaan publik pertama kali pada April 1996. Kala itu, Yahoo merupakan perusahaan internet paling bernilai di dunia berkat layanan mesin pencari dan email.

    Pada 2017, operator telekomunikasi Verizon membeli Yahoo senilai US$ 4,83 miliar. Selanjutnya, pada 2021, Verizon menjual kembali Yahoo dan AOL ke firma ekuitas privat Apollo.

    Yahoo dan AOL kemudian menjadi satu entitas baru yang dinamai Yahoo! Inc. Namun, bisnis Yahoo tak mampu bersaing dengan maraknya layanan internet yang menjadi raksasa baru.

    Saat ini, Yahoo membawahi 30 unit bisnis, termasuk salah satunya media TechCrunch. Kita tunggu saja kembalinya Yahoo ke arena persaingan raksasa teknologi.



    Artikel Selanjutnya


    Yahoo PHK 1.600 Orang, Pangkas Divisi Iklan Digital

    (fab/fab)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.