Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hacker Pembobol Akun Obama dan Elon Musk Masuk Penjara
    Insight News

    Hacker Pembobol Akun Obama dan Elon Musk Masuk Penjara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Juni 2023Updated:27 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hacker James O’Connor dihukum lima tahun penjara oleh pengadilan federal New York. Putusan tersebut terkait peretasan yang dilakukannya pada sejumlah akun Twitter milik tokoh terkenal termasuk Bill Gates, Barrack Obama, dan Elon Musk.

    Putusan hukuman itu diambil setelah O’Connor mengakui empat tuduhan peretasan komputer. Peretas 24 tahun itu juga setuju membayar sekitar US$794 ribu (Rp 11,9 miliar) pada para korbannya, dikutip dari Tech Crunch, Senin (26/6/2023).

    “Menggunakan kemampuan teknologi yang canggih untuk tujuan kejahatan, melakukan serangan SIM swap yang rumit untuk mencuri kripto dalam jumlah besar, meretas Twitter, melakukan penyusupan komputer untuk mengambil alih akun media sosial dan mengintai dua korban, termasuk korban minor,” kata jaksa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tech Crunch menuliskan O’Connor menggunakan rekayasa sosial berbasis telepon. Dengan cara ini bisa mengelabui pegawai Twitter untuk memberikan akses pada grupnya untuk masuk ke jaringan Twitter.

    Kejahatan itu terjadi pada 2020. Saat itu dia dan grupnya membobol lusinan akun dengan profil tinggi dengan menyebarkan penipuan dengan modus cepat kaya menggunakan kripto.

    Saat itu, timeline dibanjiri dengan penipuan menggunakan akun tokoh terkenal. Atas kejadian itu, Twitter harus memblokir kemampuan pengguna untuk mengunggah postingan.

    Berdasarkan catatan blockchain publik, penipuan itu berhasil meraup US$120 ribu (Rp 1,8 miliar).

    Sementara itu berdasarkan investasi Departemen Layanan Keuangan New York, Twitter dianggap tidak memiliki perlindungan keamanan siber yang memadai. Lembaga itu menemukan hacker berhasil masuk dengan memanggil pegawai Twitter dan mengaku sebagai bagian dari departemen IT perusahaan.


    Artikel Selanjutnya


    Data Dicuri Hacker, Pemilik Laptop Acer Wajib Baca!


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.