Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan GPS dan Radar Tak Bisa Cari Kapal Selam Titanic
    Insight News

    Alasan GPS dan Radar Tak Bisa Cari Kapal Selam Titanic

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juni 2023Updated:24 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kapal selam Titan dinyatakan meledak. Lima orang yang jadi penumpang kapal tur ke kapal Titanic disebut tewas dalam kejadian tersebut.

    Kapal tersebut hilang pada Minggu (18/6/2023). Pencarian di dalam air sebenarnya cukup rumit, bahkan teknologi seperti GPS dan radar tidak bisa mencarinya.

    Hal ini jelas berbeda saat mencari objek di daratan. Pencariannya tidak bisa menggunakan sinyal komunikasi, karena air dan udara adalah media yang berbeda.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Insider menjelaskan air lebih padat pada tingkat molekuler, yakni 5×1023 molekul per inci kubik dan udara 4,4×1020 molekul per inci kubik. Padatnya air itu membuat sistem seperti GPS dan radar tidak akan berfungsi, karena terhalang dan terserap oleh molekul, dikutip dari Insider, Jumat (23/6/2023).

    Alasan yang sama juga menjadi jawaban atas mengapa laut dalam tampil gelap gulita. Penyebabnya gelombang elektromagnetik matahari tidak bisa menembus terlalu dalam.

    Untuk menggantikan sistem elektromagnetik, kapal selam dan kapal bawah air lainnya menggunakan gelombang suara alias sonar. Berbeda dengan sistem GPS dan radar, gelombang suara sonar bisa menembus air.

    Karena berfrekuensi rendah, gelombang suara yang dipancarkan sonar menjalar lebih panjang. Di sisi lain, GPS dan radar memanfaatkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi yang tidak bisa didengar oleh manusia.

    Gelombang suara yang dipantulkan sonar akan memantul pada objek. Pantulan ini menciptakan gema dan akan menemukan objek yang dicari.

    Sementara itu, potongan kapal Titan ditemukan di dasar laut sekitar 1.600 kaki (488 meter) dari haluan Titanic sekitar 2,5 mil (4km) di bawah permukaan.

    OceanGate, perusahaan yang mengoperasikan Titan, telah merilis pernyataan sebelum konferensi penemuan kapal tersebut oleh Penjaga Pantai AS. Perusahaan menyatakan seluruh penumpang kapal tidak ada yang selamat dari kejadian tersebut.

    Kapal tur itu membawa total lima penumpang. yakni miliarder dan penjelajah Inggris Hamish Harding (58) dan pengusaha kelahiran Pakistan Shahzada Dawood (48) bersama putranya yang berusia 19 tahun, Suleman.

    Selain itu juga ada ahli kelautan Prancis dan ahli Titanic terkenal Paul-Henri Nargeolet (77). Terakhir adalah CEO OceanGate Stockton Rush yang juga bertugas sebagai pengemudi kapal.


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.