Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Afrika Sedikit Demi Sedikit Terbelah Menjadi Dua Benua
    Insight News

    Afrika Sedikit Demi Sedikit Terbelah Menjadi Dua Benua

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juni 2023Updated:24 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sedikit demi sedikit, benua Afrika terbelah menjadi dua. Retakan terlihat makin jelas di sepanjang ribuan kilometer wilayah bagian timur Afrika.

    Retakan panjang itu diberi nama East African Rift (EAR). EAR ini cukup unik jika dibandingkan dengan retakan lain yang ditemukan di penjuru bumi.

    Retakan biasanya terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik, yang saling menjauh sehingga litosfer (lapisan kerak bumi dan mantel bumi) merenggang dan tertarik terpisah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fenomena tersebut menyebabkan perubahan di permukaan bumi, dalam bentuk pergerakan pelat yang tegak lurus.

    Menurut Science Alert, EAR berbeda karena perubahan bentuk permukaan bumi berupa pergerakan yang tegak lurus dan paralel. Seakan-akan retakan terjadi karena permukaan bumi dirobek ke semua arah.

    Panjang retakan EAR di Afrika mencapai 6.400 kilometer. Diperkirakan, dalam beberapa juta tahun, retakan ini akan membelah Afrika menjadi dua benua.

    Fenomena ini juga diperkirakan membuat Afrika makin sering gempa. Struktur batu di wilayah retakan juga bakal makin sering pecah.

    Bentuk bumi memang terus menerus berubah. Afrika bukan benua pertama yang terbelah. Salah satu contoh retakan di bumi yang membelah benua adalah terbentuknya Samudra Atlantik Selatan.

    Sekitar 138 juta tahun lalu, Afrika terbelah dari Amerika Selatan akibat retakan di bumi. Litosfer yang makin tipis, lama kelamaan akan ambruk sehingga terbentuk lembah. Air kemudian mengisi ceruk yang terbentuk setelah magma yang merembes dari inti bumi membeku.

    Ini juga diramal terjadi di Afrika. Setelah magma di dasar retakan membeku, air mulai mengisi ceruk yang tercipta oleh pelat bumi yang patah. Dalam puluhan juta tahun, dasar laut akan terbentuk sepanjang retakan EAR.

    Samudra pun akan tersambung dan hasilnya benua Afrika menyusut. Sebuah pulau besar bakal terbentuk di Samudra Hindia yang terdiri dari sebagian dari Ethiopia dan Somalia, termasuk wilayah Tanduk Afrika.

    (fab/fab)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.