Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang AI Lawan Google-Microsoft, Amazon Siapkan ‘Uang Receh’
    Insight News

    Perang AI Lawan Google-Microsoft, Amazon Siapkan ‘Uang Receh’

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juni 2023Updated:23 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Unit bisnis layanan cloud Amazon, AWS, menyiapkan US$ 100 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan generatif. Langkah ini untuk mengejar Microsoft dan Google, dua perusahaan raksasa di industri cloud yang sudah terlebih dulu menghabiskan jutaan dolar untuk AI.

    Menurut CNBC International, investasi US$ 100 juta terhitung kecil karena Amazon memiliki uang kas US$ 64 miliar dan menghabiskan triliunan dolar AS setiap tahun untuk biaya operasional. Namun, pengumuman AWS menunjukkan bahwa generative AI kini menjadi pusat perhatian industri teknologi.

    “Anda bertanya ke diri sendiri, apa perbedaan tiga langkah dalam lomba maraton 10k? Apakah sepenting itu? Intinya, Anda sudah melalui tiga langkah, dan ini ajang 10k,” kata CEO AWS Adam Selipsky dalam wawancara dengan CNBC International, dikutip Jumat (23/6/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Amazon menyatakan mereka bakal merekrut lebih banyak data scientist, insinyur, dan arsitek solusi. Pusat AI AWS kini telah bekerja sama dengan banyak perusahaan mitra.

    Kini, AWS adalah pemimpin di industri infrastruktur cloud global. Amazon mendulang lebih banyak uang daripada Microsoft dan Google dalam layanan penyewaan server dan penyimpanan data untuk perusahaan dan organisasi lain. 

    Hanya saja, fitur teknologi AI yang ditawarkan oleh Google dan Microsoft sedang mencuri perhatian. Kedua perusahaan juga mulai mengemas teknologi kecerdasan buatan mereka ke layanan cloud.

    Amazon sendiri sebetulnya sudah banyak memanfaatkan AI di dalam bisnisnya, termasuk untuk memberikan rekomendasi belanja online dan mendukung berbagai fitur di Alexa, asisten cerdas yang dioperasikan dengan perintah suara.

    Microsoft sudah menghabiskan miliaran dolar AS dalam kerja sama dengan OpenAI, perusahaan di balik robot chat kecerdasan buatan ChatGPT. Google baru-baru ini sudah meluncurkan Google Bard, produk serupa ChatGPT.

    Selipsky tidak khawatir. Menurutnya, seperti yang sering digaungkan oleh pendiri Amazon Jeff Bezos, Amason berhasil karena selalu mendengarkan keinginan penggunanya.

    Ia mengatakan produk AI AWS bakal menawarkan hal yang berbeda dari produk yang sudah ada saat ini, termasuk ChatGPT, yang diblokir oleh banyak perusahaan.

    “Saya tidak bisa bilang siapa, tapi banyak perusahaan di daftar Fortune 500 melarang penggunaan ChatGPT. Karena produk itu hanya produk perdana atau sebatas karena produk itu tidak mempertimbangkan faktor keamanan perusahaan.”



    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Saja Takut Sama Teknologi ‘Pembunuh Manusia’ Ini

    (dem/dem)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.