Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Main Politik di TikTok, Luhut Bilang Situ Kampungan
    Insight News

    Jangan Main Politik di TikTok, Luhut Bilang Situ Kampungan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Juni 2023Updated:19 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan punya satu pesan keras untuk masyarakat Indonesia yang makin hobi main TikTok. Ia meminta agar TikTok jangan digunakan untuk “politik kampungan.”

    “Ya janganlah. Boleh politik. Jangan politik yang aneh-aneh,” kata Luhut ditemui di Jakarta, Kamis (15/6/2023).

    Luhut menegaskan untuk tidak berpolitik kampungan. Menurutnya masyarakat perlu fokus menggunakan platform yang ada, termasuk aplikasi media sosial seperti TikTok untuk kegiatan membangun bangsa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia mengaku kerap melihat anak-anak muda bermain Tiktok. Untuk itu Luhut mendorong masyarakat juga menggunakan platform tersebut.




    CEO Shou Chew datang ke Indonesia dalam acara Tiktok Southeast Asia Forum 2023, di Jakarta, Kamis (15/6/2023). (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)




    Enggak usah digunakan untuk berpolitik, jangan politik-politik kampungan lahMenko Maves Luhut Pandjaitan

    “Ya main Tiktok mainlah yang benar. Jangan enggak-enggak perlu. Mungkin pembelajaran seperti gasing matematika itu bisa juga dibawa melalui Tiktok, saya akan usulkan itu,” ungkapnya.

    Ditemui terpisah CEO Tiktok Shou Chew menjelaskan jika pihaknya ingin menjaga integritas. Salah satunya dengan menciptakan hub di sejumlah lembaga untuk bisa mengidentifikasi ujaran kebencian.

    “Mempertahankan integritas menciptakan hub hub pemilu mengidentifikasi hate speech,” jelas Chew.

    Teresa Tan, Head of Public Policy Asia Tenggara menjelaskan jika hub tersebut bekerja sama dengan lembaga terkait pemilu. Jadi lembaga itu bisa memberikan informasi faktual soal hal tersebut.

    Dia juga menjelaskan ada beberapa hal yang dilakukan Tiktok. Salah satunya telah ada di community guideline untuk tidak mengizinkan hoaks tersebar ke masyarakat.

    Selain itu Tiktok juga akan menanyakan pengguna saat akan membagikan konten dari akun yang tidak terverifikasi. “Akan ada pop up apakah yakin share,” kata dia.

    Luhut mengingatkan bahwa pelaku pernyatan di media sosial bisa berakhir berurusan dengan polisi, jika terbukti merupakan ujaran kebencian atau berita bohong.

    “Enggak usah digunakan untuk berpolitik, jangan politik-politik kampungan lah, bikin [masuk] penjara. Karena begini, kita itu harus fokus, itu kan kepentingan generasimu,” ujar Luhut, di acara TikTok Southeast Asia Impact Forum, Jakarta, Kamis (15/6).


    Artikel Selanjutnya


    Potret CEO TikTok Dicecar Anggota DPR AS, Dituding Agen China

    (dem)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.