Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Satelit Raksasa RI Satria-1 Lelet Sampai di Orbit
    Insight News

    Alasan Satelit Raksasa RI Satria-1 Lelet Sampai di Orbit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Juni 2023Updated:18 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Peluncuran satelit raksasa milik Indonesia yang diberi nama Satria-1 dijadwalkan pada 19 Juni mendatang. Namun, ternyata Satria-1 butuh waktu lebih dari 100 hari untuk mencapai orbit.

    Setelah sukses mengudara, Satria-1 tak langsung dapat digunakan. Masih ada waktu lebih dari 100 hari sampai akhirnya satelit mencapai orbit. Sekitar 6 bulan lagi atau pada Januari 2024 satelit baru bisa dimanfaatkan.

    Rencananya Satria akan meluncur dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS). Nantinya satelit tersebut akan dibawa dari Bumi oleh roket milik SpaceX, Falcon 9.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Satria multifungsi merupakan satelit yang dibangun oleh PT Satelit Nusantara 3 dan dibangun di Thales Alenia Space, Cannes, Perancis. Teknologinya menggunakan Very High-Throughput Satellite (VHTS) dan frekuensi Ka-Band.

    Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga Adi Rahman Adiwoso menjelaskan satelit Satria-1 termasuk satelit yang sangat modern sehingga menggunakan pendorong listrik, bukan pendorong roket, untuk bisa sampai ke orbit.

    Dengan sistem tersebut, Satria membutuhkan waktu sekitar 145 hari untuk mencapai di orbit.

    “Dari titik satu itu dilepaskan oleh peluncur kami menggunakan 4 roket kecil yang bahan bakarnya itu elektronik plasma dan itu memerlukan 145 hari,” ujarnya saat konferensi pers, beberapa hari lalu.

    Ia menjelaskan penggunaan 4 roket kecil agar satelit Satria-1 tidak terlalu berat, sehingga dapat diisi oleh sejumlah peralatan dan kapasitas Satria dapat mencapai 150 Gbps. Roket kecil tersebut tidak terlalu berat karena bahan bakarnya tidak memakai bahan bakar kimia.

    Adi menuturkan bahwa setelah meluncur 19 Juni, satelit baru akan sampai di orbit sekitar bulan November. Setelahnya mereka akan melakukan tes pada keseluruhan sistem satelit.

    “Kami tes seluruh sistemnya sehingga bisa dipermanfaatkan kira-kira pada akhir bulan Desember ini dan sudah siap untuk dimanfaatkan layanannya pada Januari (2024),” jelasnya.

    (dem/dem)


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.