Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Nadiem, Pandu Tak Kebagian Duduk
    Insight News

    Ada Nadiem, Pandu Tak Kebagian Duduk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juni 2023Updated:14 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO OpenAI sekaligus pencipta aplikasi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT, Sam Altman, bertandang ke Indonesia dalam acara diskusi publik terkait AI dan potensi serta tantangannya di masa depan.

    Dalam acara yang digelar oleh pemodal ventura (VC) milik Grup Djarum, GDP Venture, ratusan penonton yang mayoritas berasal dari kalangan teknologi hadir, mulai dari pekerja industri teknologi hingga investor dan pendiri startup RI.

    Selain itu, turut hadir juga pejabat dan tokoh publik seperti Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia Nadiem Makarim hingga pengusaha batu bara yang juga menjabat Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Nadiem yang duduk di kursi VVIP tepat di depan Sam Altman bahkan diberikan hak istimewa untuk memberikan pertanyaan pertama kepada sosok yang mengguncang dunia dari Silicon Valley lewat aplikasi yang diciptakan.

    Pendiri bersama Gojek tersebut menanyakan terkait masa depan dunia pendidikan yang menurutnya kehadiran ChatGTP membuat banyak para guru ketakutan, khususnya terkait potensi hilangnya lapangan kerja digantikan oleh mesin.

    Ditodong pertanyaan sulit, Sam dengan santai menjawab bahwa ChatGPT bukan revolusi pertama di dunia pendidikan, melainkan sudah menjadi iterasi yang kesekian kalinya. Dirinya mencontohkan bahwa sebelum ChatGTP membuat geger, dunia pendidikan sebelumnya telah kedatangan kalkulator atau bahkan yang paling baru mesin pencari.

    Ia mencontohkan bahwa dengan ada kalkulator dunia pendidikan akan beradaptasi, sama dengan hadirnya Google tidak membuat orang berhenti belajar meskipun seluruh info ada diujung jari.

    “Potensinya akan lebih besar. Mereka bisa menggunakan kreativitas mereka untuk meningkatkan proses edukasi,” ujarnya.

    Altman juga bercerita soal penolakan ChatGPT di sekolah-sekolah di Amerika Serikat (AS) saat awal platform itu booming. Namun, seiring berjalannya waktu, ChatGPT akhirnya diterima dan justru digunakan untuk mempermudah kegiatan di sekolah.

    Sementara itu Pandu Sjahrir yang menduduki jabatan strategis di banyak perusahaan teknologi raksasa RI, termasuk Sea Group Indonesia (termasuk Shopee dan Garena) hingga Gojek terlihat tidak kebagian tempat duduk.

    Pandu terlihat berdiri di bagian depan sebelah kanan panggung dekat dengan awak media. Setelah lama berdiri Pandu akhirnya meninggalkan Grand Ballroom Kempinsky Hotel sebelum acara selesai.

    Kunjungan Altman ke Indoensia merupakan bagian dari tur keliling dunia yang ia gelar untuk mempromosikan teknologi AI. Beberapa negara yang dikunjungi adalah Inggris, Perancis, Israel, China, India, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Indonesia.



    Artikel Selanjutnya


    ChatGPT Produk Gagal! Simak Pengakuan Penciptanya

    (fab/fab)


    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.