Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sempat Dihujat, Netflix Mendadak Dapat Rejeki Nomplok
    Insight News

    Sempat Dihujat, Netflix Mendadak Dapat Rejeki Nomplok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juni 2023Updated:12 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Keputusan Netflix untuk memberantas mekanisme ‘nebeng’ akun alias password sharing akhirnya berbuah manis. Meski awalnya dihujat karena pengguna harus merogoh kocek lebih untuk berlangganan, namun nyatanya tak membuat layanan streaming itu sepi audiens.

    Malah sebaliknya, jumlah pelanggan Netflix naik tajam. Setidaknya begitu menurut laporan dari provider Antenna.

    Netflix mulai woro-woro soal penghapusan password sharing sejak akhir Mei. Dengan kebijakan itu, pengguna tak boleh lagi membagikan password ke orang lain yang tinggal beda rumah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Akun Netflix Anda cuma untuk diri sendiri dan orang yang tinggal satu atap,” kata Netflix dalam email pemberitahuannya yang disebar pada 23 Mei 2023.

    Kebijakan ini diberlakukan secara bertahap. Mula-mulai bagi pengguna AS. Awalnya, banyak yang protes dan menyetop (cancel) langganan di Netflix.

    Namun, setelah diberlakukan, pertumbuhan pelanggan Netflix naik hingga 73.000 dalam 2 hari menurut laporan Antenna, dikutip dari CNBC International, Senin (12/6/2023).

    Angka itu setara dengan pertumbuhan 102% dibandingkan rata-rata pendaftaran harian pada 2 bulan sebelumnya.

    Salah satu opsi yang ditawarkan dengan penumpasan password sharing adalah membayar biaya tambahan (additional fee) bagi akun yang nebeng password tapi tinggal beda rumah. Adapun biaya itu senilai US$ 7,99 per bulan.

    Pembasmian password sharing agaknya dipicu oleh bisnis Netflix yang stagnan. Pada era awal pandemi, pengguna Netflix membludak lantaran masyarakat menghabiskan mayoritas waktu di rumah.

    Nonton film dan serial TV pun jadi satu-satunya hiburan yang bisa dinikmati. Namun, saat kondisi mulai pulih dan masyarakat kembali ke luar rumah, pertumbuhan Netflix terbilang stagnan.

    Netflix juga sempat curhat bahwa ada 100 juta pelanggan yang memanfaatkan password sharing. Jumlah itu mewakili 43% dari keseluruhan basis pengguna Netflix aktif.

    Jika terus dibiarkan, maka Netflix mengancam tak bisa memproduksi konten orisinil berkualitas di platformnya.

    Kini, dengan pertumbuhan pelanggan yang signifikan, sahamnya langsung melonjak 40% secara tahun-ke-tahun (YoY).


    Artikel Selanjutnya


    Hollywood Minggir, Ini Bukti Drakor Juara Streaming Online

    (fab/fab)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.