Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos ChatGPT Ungkap Kesamaan AI dan Nuklir di Arab, Simak!
    Insight News

    Bos ChatGPT Ungkap Kesamaan AI dan Nuklir di Arab, Simak!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juni 2023Updated:12 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pencipta ChatGPT sekaligus pendiri OpenAI, Sam Altman, sedang tur keliling negara untuk berbicara soal teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Salah satu negara yang dikunjungi adalah Uni Arab Emirat. Dalam kedatangannya, Altman kembali menegaskan risiko penerapan AI generatif seperti ChatGPT yang kini populer dikembangkan para raksasa teknologi.

    Ia mengatakan pengawasan AI memerlukan lembaga internasional semacam Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Lembaga tersebut mempromosikan penggunaan energi nuklir secara damai dan mencegah penerapan senjata nuklir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita semua menghadapi ancaman di depan mata. Ada risiko eksistensial,” ujarnya, dikutip dari AP, Kamis (8/6/2023).

    “Tantangannya sekarang adalah mengatur risiko itu dan memastikan kita dapat mengambil manfaatnya saja. Tak ada yang mau dunia hancur,” ia melanjutkan.

    Menurut Altman, IAEA adalah lembaga yang solid dan melibatkan semua negara di dunia. Fungsinya untuk mengawasi agar nuklir yang merupakan energi berharga tak disalahgunakan untuk saling menyerang satu sama lain.

    Ia mengibaratkan AI sama seperti nuklir. Teknologi ini memiliki manfaat tak terbatas. Namun, risikonya juga bisa fatal.

    IAEA sendiri didirikan beberapa tahun setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom di Jepang pada akhir Perang Dunia II. Altman menyarankan jangan sampai lembaga internasional yang mengatur AI terbentuk setelah terjadi bencana nyata.

    “Mari kita pastikan seluruh dunia terlibat. Saya harap semua pihak dapat mengambil peran,” ia menjelaskan.

    “IAEA adalah model yang bisa jadi contoh. Seluruh dunia sepakat bahwa nuklir berbahaya dan bersama-sama mengawasinya,” ia menuturkan.

    Aturan AI di berbagai negara

    Pembuat kebijakan di beberapa negara sudah mulai serius menggarap kebijakan AI secara terpisah. Miliarder Elon Musk membocorkan hasil diskusinya dengan otoritas China beberapa saat lalu.

    Menurut dia, pemerintah China benar-benar serius menanggapi perkembangan AI. Ia sesumbar Negeri Tirai Bambu akan lebih dulu membuat regulasi AI ketimbang AS.

    Sementara itu, Presiden AS Joe Biden dan jejeran pejabat pemerintah sudah memanggil pimpinan raksasa teknologi beberapa saat lalu. Ia meminta komitmen dari penyedia layanan AI untuk lebih transparan dan memprioritaskan keamanan pengguna.

    Eropa pun dikatakan sedang menggodok aturan AI yang bisa diimplementasikan secara global.

    Di Indonesia, aturan soal AI belum santer terdengar. Kominfo mengatakan aturan yang saat ini berlaku lebih menyorot ke perilaku penggunanya melalui UU ITE. Sementara itu, teknologinya sendiri masih dibahas dan belum ada penetapan kebijakan baru.


    Artikel Selanjutnya


    Pencipta ChatGPT Buka-bukaan soal Bahaya Aplikasinya

    (fab/fab)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.