Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Boncos, Ini Tips Jadi Lender Pinjol Biar Cuan Besar
    Insight News

    Awas Boncos, Ini Tips Jadi Lender Pinjol Biar Cuan Besar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juni 2023Updated:11 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemberi pinjaman online (pinjol) yang disebut sebagai lender perlu kiat khusus untuk bisa aman saat berinvestasi. Yakni menjadi investor yang paham dengan keadaan industri pinjol.

    Triyono, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan ada investor yang ingin coba-coba saja. Penyebabnya karena mereka tergiur tawaran pengembalian dana yang besar.

    Namun sebenarnya investor tersebut tidak paham dengan fundamental yang ada. Triyono mengatakan masalah pembiayaan bakal jadi tanggung jawab mereka sendiri.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Tapi tidak paham kalau sudah masuk ke pembiayan yang bermasalah itu akan jadi tanggung jawab lender sendiri,” kata Triyono, di Jakarta, Kamis (8/6/2023).

    Dia meminta untuk investor memahami risiko saat meminjamkan uangnya. Termasuk memiliki penilaian berlapis sebelum memberikan dana.

    Setelah dilakukan penilaian dan merasa tidak cocok, investor tidak akan masuk. Namun kalau cocok harus setuju dengan syarat dan kondisi yang ada saat peminjaman.

    “Kalau enggak cocok enggak akan masuk, kalau cocok baru akan masuk. Artinya begitu masuk sudah commit dengan term and condition,” jelasnya.

    Saat risiko terburuk terjadi, yakni pinjaman macet, investor harus tahu apa yang dilakukan. Yakni menghubungi pihak platform dan melakukan restrukturisasi aset. 

    “Menghubungi perusahaan untuk dibantu komunikasi dengan nasabah [yang bermasalah pinjamannya] tersebut,” kata Triyono.

    Triyono menambahkan, “kemudian kalau memang punya aset, restrukturisasi aset.”

    Ketua Asosiasi Fintech Indonesia Pandu Patria Sjahrir menjelaskan bahwa investasi lewat pinjol punya risiko yang sama seperti investasi lainnya. Pemberi pinjaman harus bisa melakukan kajian risiko atas investasi mereka.

    “[Ada yang minta] pinjam Rp 1 juta atau Rp 10 juta rupiah. [Investor] masukin 12-15 perusahaan. Ada saja 1 yang ga berhasil. Lihat net return ke saya,” katanya.

    Kemudian, dia menyarankan agar lender memilih instrumen yang ratingnya paling tinggi untuk mencari imbal hasil paling baik. Investasi di pinjol yang menawarkan pengembalian lebih tinggi tidak masalah, asal investor yakin dengan keamanan di platform.

    Bagaimana mendapatkan yield 15 persen, 20 persen pasti secure. Kalau di Bank 5% platform 8-9-10 persen, selama secure ini why not?”


    Artikel Selanjutnya


    Jumlah Warga RI yang Nunggak Pinjol Bengkak, Cek Buktinya!


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.