Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Bangun Pusat Mata-Mata Baru, AS Buka Suara
    Insight News

    China Bangun Pusat Mata-Mata Baru, AS Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Baru-baru ini, laporan The Wall Street Journal menyebutkan rencana China membangun fasilitas ‘mata-mata’ baru di Kuba senilai miliaran dollar AS. Jarak fasilitas itu hanya 100 mil dari wilayah selatan Florida, AS.

    Jika benar, maka proyek China ini tentu bakal menambah ketegangan politik dengan AS. Pasalnya, China dikatakan khusus mengeker pengintaian terhadap alur komunikasi AS, termasuk di markas militernya.

    Namun, pemerintah Kuba dan AS buru-buru buka suara soal laporan tersebut. Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan laporan itu tak akurat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kendati demikian, ia mengatakan pemerintah selalu siaga dengan ancaman dari China. “Pemerintah selalu mengawasi secara intens,” ujarnya, dikutip dari Forbes, Jumat (9/6/2023).

    Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio mengamini bantahan tersebut. Menurut dia, kesepakatan dengan China tak pernah terjadi.

    “Ini laporan salah dan tak berdasar,” kata dia di akun Twitter personalnya.

    Lebih lanjut, Cossio menegaskan Kuba menolak semua aktivitas militer luar negeri di Amerika Latin dan Karibia. Sementara itu, Kedutaan China di Washington DC mengatakan tak tahu-menahu soal adanya kesepakatan antara Kuba dan China, menurut laporan Reuters.

    Laporan soal kesepakatan China dan Kuba sempat menghebohkan pemerintah AS. Pasalnya, hubungan antara Washington dan Beijing makin memanas beberapa bulan belakangan.

    Laporan tersebut juga hadir 4 bulan setelah balon misterius China masuk ke area AS. Balon itu diyakini sebagai mata-mata, meski berulang kali dibantah pemerintah China.

    (fab/fab)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.