Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Perang’ AS-China Penentu Masa Depan Manusia, Ini Kata Pakar
    Insight News

    ‘Perang’ AS-China Penentu Masa Depan Manusia, Ini Kata Pakar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juni 2023Updated:8 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi topik hangat di industri teknologi beberapa bulan terakhir. Bukan cuma soal kecanggihan dan dampaknya, namun juga regulasi dan para pemain yang terlibat.

    Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) dan China berlomba-lomba mengembangkan teknologi masa depan ini. Ketegangan antara kedua negara agaknya makin mengobarkan kompetisi untuk menjadi ‘raja AI’.

    Menurut pakar, perang AI antara AS dan China akan menentukan siapa yang mengontrol sistem ini di masa depan, serta siapa yang akan menguasai pola hidup masyarakat modern.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Perlombaan AI antara AS dan China, menurut saya akan menentukan masa depan peradaban manusia,” kata Michael Capps, CEO Diveplane, yakni perusahaan pengembangan AI.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan ada perbedaan mendasar antara AS dan China dalam mengembangkan AI.

    Menurut dia, AI di China dikembangkan secara masif oleh pemerintah, militer, dan raksasa teknologi. Semua berkolaborasi untuk memenangkan kompetisi AI global.

    Metode itu berbeda dengan AS. Capps menilai raksasa teknologi AS berlomba-lomba memenangkan perang AI secara individual. Pemerintah dan militer tak dilibatkan dalam pengembangan tersebut.

    “Pemerintah AS mendiskusikan dan memikirkan soal AI. Namun, itu bukan fokus mereka. Di lain sisi, Presiden Xi Jinping 100% fokus pada AI,” ia menuturkan.

    Penulis buku ‘The Coming Collapse of China’, Gordon Chang, turut mengomentari soal perang AI antara AS dan China. Menurut dia siapa pun yang memenangkan teknologi AI akan memiliki kekuatan ekonomi yang lebih dominan.

    “Jika suatu negara lebih kuat secara ekonomi, negara itu akan memiliki kekuatan militer yang lebih andal dan masyarakat yang lebih baik,” kata dia, dikutip dari Fox News, Kamis (8/6/2023).

    Dari segi militer, Capps mengatakan AS dulunya sangat dominan. Namun, China pelan-pelan menyamakan posisi dan tumbuh lebih cepat ketimbang AS.

    “Ini adalah kunci permasalahannya. AS sudah mengembangkan AI sejak 20 tahun lalu. Banyak orang beranggapan AS dominan dalam pengembangan AI ketimbang negara lain. Namun, negara lain bergerak lebih cepat,” kata dia.

    Menurut Chang, ada prioritas yang berbeda bagi setiap negara dalam mengembangkan AI. Namun, motif Xi Jinping jelas. Ia ingin China mendominasi AI dan ke depannya mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi.



    Artikel Selanjutnya


    Teknologi Baru Google Ngeri, Manusia Sudah Tak Dibutuhkan?

    (fab/fab)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.