Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kisah ‘Kota Hantu’ di Inggris, Rumah Diobral Cuma Rp 80 Juta
    Inspiring You

    Kisah ‘Kota Hantu’ di Inggris, Rumah Diobral Cuma Rp 80 Juta

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Juni 2023Updated:4 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Benua Eropa nyatanya masih menyimpan tempat-tempat dengan harga properti yang rendah. Setelah sebelum diberitakan ada rumah 1 euro atau Rp 16 ribu di Italia, kali ini rumah dengan harga murah juga dilaporkan di Inggris.

    Mengutip Daily Record, Horden, di County Durham, pernah menjadi tempat ramai di mana ribuan orang bekerja. Namun, kota ini telah menjadi ‘kota hantu’ sejak meredupnya industri batu bara di Negeri Raja Charles.

    Tambang itu ditutup pada Februari 1987 karena industri pertambangan batu bara di Inggris mati. Sekarang, hanya ada jalan-jalan dengan rumah-rumah yang  terbengkalai.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dulunya merupakan rumah bagi Horden Colliery, kota ini mendapatkan ketenaran di seluruh Eropa, setelah para pekerja yang tak kenal lelah mencetak rekor penambangan batu bara terbanyak dalam satu hari, mengekstraksi 6.758 ton pada 9 Mei 1930,” tulis media itu dikutip Senin, (29/5/2023).

    YouTuber David Burnip, yang menggunakan nama layar Wandering Turnip, baru-baru ini mengunjungi kota tersebut. Ia mengunjungi beberapa properti yang saat ini kosong dan dijual dengan biaya yang mengejutkan.

    “Hampir tidak ada orang yang tersisa di sini sekarang,” ujar pria itu.

    Empat properti terdaftar diRightMove pada akhir Mei tahun ini, untuk dilelang dengan harga mulai dari 5.000poundsterling atau setara Rp 80 juta.

    Selain industri yang telah mati, Horden juga berkutat dengan persoalan kriminal seperti narkoba. Ini juga yang akhirnya mendorong warga untuk menjauhi daerah tersebut. Seorang penduduk setempat yang berbicara dengan Burnip mengatakan kota itu memang telah tumbang setelah turunnya industri batu bara.

    Pria itu melanjutkan dengan mengklaim bahwa narkoba telah “merajalela” di daerah tersebut. Menurutnya, persoalan ini juga telah menjangkau masyarakat berusia 40 hingga 50 tahun keatas.



    Artikel Selanjutnya


    10 Fakta Mengejutkan Memoar Pangeran Harry yang Bikin Geger

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.