Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Gelar Diskusi Publik Bahas UFO, Alien Beneran Ada?
    Insight News

    NASA Gelar Diskusi Publik Bahas UFO, Alien Beneran Ada?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Juni 2023Updated:1 Juni 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengadakan pertemuan publik pertamanya untuk membahas Unidentified Flying Object (UFO) atau Unidentified Aerial Phenomena (UAP), Rabu (31/5/2023).

    Dalam pertemuan tersebut, NASA menghadirkan panel ahli independen, tim yang terdiri dari 16 ilmuwan dan pakar lain pilihan NASA, serta mantan astronot AS, Scott Kelly yang pernah bertugas satu tahun di luar angkasa.

    NASA mengatakan, fokus dari sesi publik tersebut adalah mengadakan ‘musyawarah akhir’ sebelum tim NASA resmi menerbitkan laporan musim panas yang akan dirilis pada akhir Juli mendatang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ketua panel diskusi, David Spergel, menegaskan bahwa peran timnya bukan untuk menyelesaikan sifat dari peristiwa ini, melainkan untuk memberi NASA peta jalan untuk memandu analisis di masa depan.

    “Jika saya meringkas dalam satu baris apa yang saya rasa telah dipelajari, kami membutuhkan data berkualitas tinggi. Data dan laporan saksi mata saat ini belum cukup untuk memberikan bukti konklusif tentang sifat dan asal mula setiap peristiwa UAP,” ujar Spergel dikutip dari Al Jazeera, Kamis (1/6/2023).

    “Upaya pengumpulan data tentang UAP saat ini tidak sistematis dan terfragmentasi di berbagai lembaga. Seringkali, ini menggunakan instrumen yang tidak terkalibrasi untuk pengumpulan data ilmiah,” imbuhnya.

    Sebelumnya, NASA mengumpulkan 16 ahli dan ilmuwan untuk menerbitkan laporan pertamanya tentang fenomena anomali yang tidak dikenal atau benda terbang yang tidak dikenal (UFO) pada pertengahan musim panas.

    “Fenomena UFO benar-benar menarik perhatian publik, komunitas ilmiah, dan pemerintah AS. NASA percaya bahwa itu adalah tanggung jawab kami untuk menyelidiki ini dengan pengawasan ilmiah,” kata asisten wakil administrator asosiasi untuk penelitian, Direktorat Misi Sains NASA, Dan Evans, dikutip dari CNN, Kamis (1/6/2023).

    NASA melakukan penyelidikan UFO secara terpisah dengan Departemen Pertahanan AS (Pentagon). Objek penyelidikan adalah penampakan benda terbang asing yang terdeteksi beberapa tahun terakhir oleh pilot militer kemudian dianalisis oleh pejabat pertahanan dan intelijen AS.

    Upaya penyelidikan paralel NASA dan Pentagon ini dilakukan akibat sorotan masyarakat atas kinerja pemerintah AS yang menghabiskan puluhan tahun untuk membelokkan, menyanggah, bahkan mendiskreditkan penampakan UFO sejak 1940-an.

    “Tidak ada bukti UAP berasal dari luar angkasa,” ujar NASA saat mengumumkan pembentukan panel pada Juni 2022. Namun, dalam pengumuman terbarunya, NASA kembali membuat pengertian baru yang mendefinisikan UAP sebagai pengamatan peristiwa di langit yang tidak dapat diidentifikasi sebagai pesawat terbang atau fenomena alam diketahui dari perspektif ilmiah.

    Sebagai informasi, UAP adalah peristiwa langit yang tidak dapat diidentifikasi sebagai pesawat atau fenomena alam yang diketahui dari perspektif ilmiah. Sebelumnya, UAP disebut sebagai UFO. NASA mencatat, terbatasnya jumlah pengamatan UAP telah mempersulit pihaknya untuk menarik kesimpulan ilmiah tentang peristiwa semacam itu.

    Tujuan NASA mengumpulkan 16 ilmuwan dan pakar dari astrobiologi, ilmu data, oseanografi, genetika, kebijakan, dan ilmu planet serta mantan astronot AS, Scott Kelly, bukanlah untuk menentukan sifat UAP, melankan untuk menguraikan bagaimana mengevaluasi dan mempelajari fenomena anomali tidak dikenal dengan data dan teknologi.

    Spergel mengatakan, sejumlah peristiwa UAP memiliki data yang terbatas dan berkualitas buruk. Tantangan terbesar yang dihadapi tim panel adalah kelangkaan metode yang dapat diandalkan secara ilmiah untuk mendokumentasikan UFO.

    Fenomena tersebut umumnya terdeteksi atau direkam hanya menggunakan kamera, sensor, atau peralatan lain yang tidak dirancang khusus atau dikalibrasi untuk secara akurat mengamati dan mengukur keanehannya.



    Artikel Selanjutnya


    Benda Bercahaya Tampak Melintasi Gunung Merapi, UFO Bukan?

    (mkh/mkh)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.