Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»CEO Raksasa Teknologi Terang-terangan Buka Aib Perusahaan
    Insight News

    CEO Raksasa Teknologi Terang-terangan Buka Aib Perusahaan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Mei 2023Updated:1 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Intel, Pat Gelsinger, buka-bukaan soal kekurangan raksasa chip tersebut. Dia mengakui jika perusahaan memiliki banyak masalah.

    Intel sempat populer pada 1980-an hingga 1990-an. Saat itu, raksasa Sillicon Valley ini membuat unit pemrosesan pusat yang mendukung revolusi PC.

    Namun, dalam satu dekade terakhir, performa Intel layu dan kalah dari para pesaingnya. Misalnya Nvidia yang kini menjadi perusahaan semikonduktor paling berharga di Amerika Serikat (AS) dan Advanced Micro Devices (AMD) yang memperluas pangsa pasarnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebaliknya, Intel berada di garis belakang setelah beberapa kali menunda peluncuran chip baru. Sejumlah calon pelanggan juga frustasi dengan pergerakan perusahaan.

    Gelsinger mengakui jika semua yang terjadi saat ini karena perusahaannya tidak berjalan dengan baik. CEO Intel pada 2021 itu juga menyebutkan beberapa masalah dalam internal perusahaan.

    “Kami punya beberapa masalah serius dalam kepemimpinan, orang, metodologi, dan lain-lain yang perlu kami serang,” kata Gelsinger dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (31/5/2023).

    Intel diketahui tidak ikut dalam banyak bisnis pembuatan chip yang dirancang oleh pihak lain. Dalam catatan Wall Street Journal, Gelsinger dilaporkan pernah gagal dalam membuat pabrik sub-brand baru untuk chip di luar Intel.

    Saat itu, perusahaan berinvestasi ratusan miliar dolar untuk membangun pabrik baru tersebut. Hanya dalam dua tahun, proyek itu bermasalah dan berakhir mangkrak.

    Dua nama besar, Qualcomm dan Tesla, masuk dalam daftar yang sudah berniat bekerja sama dengan Intel beberapa waktu terakhir. Akhirnya, kedua perusahaan dilaporkan mundur.

    Menurut laporan, Tesla mundur karena Intel tidak bisa menyediakan layanan desain chip seperti perusahaan lain. Sementara Qualcomm tidak jadi bekerja sama karena Intel melakukan kesalahan teknis.

    (npb)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.