Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Chat Tawaran Kerja Freelance Ramai di WhatsApp, Awas Penipu
    Insight News

    Chat Tawaran Kerja Freelance Ramai di WhatsApp, Awas Penipu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Mei 2023Updated:31 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Modus penipuan baru melalui WhatsApp kembali muncul. Chat berisi tawaran pekerjaan ini berakhir dengan korban yang kehilangan sejumlah uangnya.

    Pakar Keamana Siber, Alfons Tanujaya menjelaskan penipuan ini dimulai saat nomor korban dihubungi penipu. Mereka akan menawarkan pekerjaan freelance dengan iming-iming menggiurkan yakni jam kerja fleksibel, dari mana saja dan tanpa target.

    “Dan cukup subscribe channel medsos saja sudah bisa mendapatkan uang tunai 900 ribu sampai 1,8 juta rupiah setiap hari. Benar-benar kerjaan impian masa kini,” kata Alfons dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (31/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Alfons menjelaskan biaya tiap subscriber sekitar Rp 10 ribu. Dia juga mencatat Vaksincom tidak tahu kebenaran pemilik kanal bersedia membayar untuk mendapatkan pelanggan.

    Dari pendapatan yang didapatkan korban terdapat spekulasi kripto yakni dengan cashback 30% dari deposit yang disetorkan. Mereka berjanji dalam 10 menit uang akan ditransfer kembali.

    Alfons menyebut penipuan dengan skema like and subscribe mirip dengan ponzi robot trading. Jadi korban akan mendapatkan bayaran sesuai yang dijanjikan, kemudian ditawarkan pendapatan lebih besar namun dengan memberikan uangnya lebih dulu.

    “Jika korbannya sudah percaya, kemudian ia akan ditawari kesempatan untuk mendapatkan hasil lebih besar lagi, tetapi kali ini tidak gratis melainkan ia harus menginvestasikan uangnya guna mendapatkan imbal hasil yang dijanjikan,” ujar Alfons.

    Untuk membuat korban lebih percaya, para pelaku akan memasukkan mereka ke dalam satu grup Telegram. Di sana mereka bisa melihat tugas yang diberikan pada anggota lain dan mendapatkan bayaran.

    Saat ada tugas baru yang harus memberikan uang, member lain juga terlihat mengambil kesempatan itu. Menurut Alfons, para pelaku memanfaatkan situasi Fear of Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan tren.

    “Di mana member lain terlihat sangat aktif melakukan transaksi dan mendapatkan uang sehingga korban akan terbawa dan ikut mengambil paket yang ditawarkan,” jelasnya.

    Untuk menghindari skema penipuan ini, Alfons mengingatkan untuk langsung menolak dan blokir nomor tersebut. “Jika anda tidak mau pusing, tolak saja tawarannya dan kalau perlu blok kontak tersebut,” pungkasnya.




    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.