Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hacker China Ngeri, AS Takut Pipa Minyak & Rel KA Diacak-acak
    Insight News

    Hacker China Ngeri, AS Takut Pipa Minyak & Rel KA Diacak-acak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Mei 2023Updated:27 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan soal hacker China. Kelompok peretas yang diberikan nama Volt Typhoon, dinilai punya kemampuan untuk menyerang infrastruktur penting seperti pipa minyak dan gas atau sistem rel.

    Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan ke beberapa negara pada Rabu. Mereka menyatakan aktivitas mata-mata siber China mengincar sasaran pemerintah dan militer di AS.

    Pejabat pemerintah AS menyatakan mereka masih meneliti detail dari ancaman siber China. Badan Keamanan Siber AS (CISA) menyatakan mereka terus bekerja untuk memahami “sejauh apa potensi kebobolan dan dampaknya.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Pemahaman ini akan meningkatkan kemampuan CISA untuk memberikan bantuan saat dibutuhkan dan mengerti taktik yang digunakan oleh musuh ini,” kata Eric Goldstein, Wakil Direktur Eksekutif CISA kepada Reuters.

    Goldstein menjelaskan strategi Volt Typhoon lebih senyap dari operasi mata-mata biasa. “Dalam hal ini musuh menggunakan kredensial resmi dan perangkat administrasi jaringan yang sah untuk mendapatkan akses dalam upaya melaksanakan serangan. Metode tradisional seperti antivirus, tak ada gunanya.”

    Volt Typhoon pertama kali diidentifikasi oleh analis dari Microsoft. Mereka menyatakan komplotan hacker ini “mampu mengganggu infrastruktur komunikasi yang penting antara AS dan Asia dalam krisis di masa depan.”

    Badan pemerintah AS kini sedang mendorong pengembangan praktik keamanan siber di perusahaan pengelola infrastruktur, sejak serangan siber ke Colonial Pipeline pada 2021, membuat pasokan BBM terganggu.

    Microsoft menyatakan Volt Typhoon telah terdeteksi menyasar perusahaan infrastruktur di Guam, wilayah AS yang terletak di Samudra Pasifik. Komplotan itu menggunakan perangkat Fortiguard milik perusahaan keamanan Fortinet dalam aksinya.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa peringatan yang dikeluarkan AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru adalah upaya mempromosikan aliansi intelijen mereka yang diberi nama Five Eyes.

    Ia juga menyindir AS yang disebutnya sebagai negara yang banyak melakukan aksi peretasan. “Amerika Serikat adalah rajanya hacking,” kata Mao.


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.