Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple-Google Was-Was, Ini Calon Raja Teknologi Baru
    Insight News

    Apple-Google Was-Was, Ini Calon Raja Teknologi Baru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Mei 2023Updated:25 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa teknologi ‘elit’ seperti Apple, Microsoft, dan Alphabet (Google), agaknya perlu waspada. Pasalnya, industri teknologi kedatangan nama baru yang masuk jajaran ‘Top 10’ perusahaan dengan kapitalisasi pasar (market capital) terbesar.

    Perusahaan tersebut tak lain adalah Nvidia, produsen GPU untuk PC gaming dan System on Chip (SoC) untuk smartphone dan mobil tanpa awal (self-driving cars).

    Saham Nvidia mendadak melambung 26% pada perdagangan Rabu (24/5) kemarin. Lonjakan ini terjadi pasca perusahaan melaporkan kinerja Q1 2023.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perusahaan asal Santa Clara AS ini memprediksi penjualannya tembus US$11 miliar atau 50% lebih besar ketimbang estimasi Wall Street sebesar US$7,15 miliar.

    Kenaikan saham Nvidia setara dengan penambahan US$220 miliar dalam kapitalisasi pasar. Nilai itu lebih besar ketimbang valuasi AMD (US$174 miliar) atau Salesforce ($209 miliar) yang merupakan kompetitor langsung Nvidia.

    Capaian ini bisa dibilang ‘ajaib’. Pasalnya, bisnis Nvidia sempat tergopoh-gopoh menghadapi persaingan pada akhir 2023 lalu. Kala itu, Nvidia melaporkan pendapatan perusahaan anjlok 33% di kala AMD tumbuh positif.

    AI Bawa Peluang Emas bagi Nvidia

    Namun, kondisi berubah drastis dengan popularitas teknologi kecerdasan buatan (AI) sejak beberapa bulan terakhir. Kehadiran ChatGPT, perusahaan besutan OpenAI, membuat teknologi AI booming.

    Nvidia yang sudah lebih dulu berinvestasi ke pengembangan teknologi AI akhirnya mampu menuai hasil. CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan perusahaan melihat “permintaan melonjak” untuk produk pusat datanya (data centre).

    Divisi data centre Nvidia melaporkan penjualan US$4,28 miliar yang melampaui ekspektasi US$3,9 miliar, dan menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 14%.

    Pertumbuhan tersebut didorong tingginya permintaan chip GPU dari vendor cloud dan perusahaan teknologi. Para klien menggunakan chip Nvidia untuk melatih dan menerapkan aplikasi AI generatif seperti ChatGPT.

    Adapun chip yang laku keras adalah A100s dengan harga US$ 10.000, dikutip dari CNBC International, Kamis (25/5/2023). Microsoft merupakan salah satu raksasa teknologi yang menggunakan chip tersebut untuk mengembangkan mesin pencari Bing dengan kekuatan AI. 

    Raksasa teknologi yang panik dengan pertumbuhan bisnis ChatGPT dan berbondong-bondong mengembangkan layanan AI membuka peluang emas bagi Nvidia.

    Dihimpun dari CompaniesMarketCap, saat ini Nvidia menduduki posisi ke-6 sebagai perusahaan dengan market capital terbesar di dunia. Pada urutan 1-5 secara berurutan diisi Apple, Microsoft, Saudi Aramco, Alphabet, dan Amazon.



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.