Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ratusan Juta Anak Ayam DIbantai Tiap Tahun, Bisa Dicegah!
    Insight News

    Ratusan Juta Anak Ayam DIbantai Tiap Tahun, Bisa Dicegah!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Mei 2023Updated:24 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian bisa menyelamatkan puluhan juta anak ayam yang dibantai setiap tahun di peternakan. 

    Dalam hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Plos One, peneliti menemukan cara untuk mengetahui jenis kelamin ayam sebelum telur menetas. Jika hasil riset ini bisa diproduksi massal, teknologi ini bisa menghindari pemusnahan ayam usia satu hari (day old chicken/doc).

    Setiap tahun, 350 juta anak ayam dimusnahkan di Amerika Serikat. Di Indonesia, program pemusnahan DOC mencapai puluhan juta ekor per tahun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Industri peternakan memusnahkan anak ayam berkelamin jantan segera setelah menetas. Alasannya, anak ayam berkelamin jantan tidak bisa dijadikan ayam petelur dan membutuhkan waktu lebih lama untuk “digemukkan” sebagai ayam pedaging. Peternak hanya memelihara sedikit ayam jantan untuk fertilisasi telur.

    Hanya dalam hitungan jam setelah menetas, peternak memisahkan ayam jantan dan betina. Biasanya, metode pemusnahan yang digunakan adalah gas CO2. Namun, banyak juga peternakan yang hanya melemparkan anak ayam ke mesin pencacah.

    Tidak semua peternakan memilih memusnahkan ayam setelah menetas. Metode alternatif yang digunakan adalah mengebor lubang kecil di telur untuk mengambil sampel atau lewat proses pencitraan.

    Peneliti di University of California dan SensIT Ventures, dalam laporan hasil penelitian mereka, menemukan cara baru untuk menentukan jenis kelamin ayam saat masih ada di dalam telur.

    Teknologi yang digunakan adalah alat penyedot yang digunakan untuk memindai zat kimia organik yang dikeluarkan oleh embrio di cangkang telur. Teknik analisis kimia seperti chromatografi dan spectrometri kemudian digunakan untuk menentukan jenis kelamin.

    Menurut tim peneliti, cara ini bisa mengidentifikasi jenis kelamin saat embrio ayam baru memasuki hari ke-8 dalam masa inkubasi, dengan tingkat akurasi 80 persen. Waktu yang dibutuhkan untuk mengambil sampel hanya sekitar 2 menit.

    Teknologi ini menjanjikan karena bisa dengan mudah diadopsi oleh industri peternakan. SensIT berencana segera meluncurkan teknologi hasil penelitian secara komersial.

    Beberapa negara, seperti Jerman dan Prancis, kini melarang pembantaian ayam jantan. Namun, regulasi kedua negara dinilai punya banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri.


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.