Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Karyawan Google Dipecat Gegara Bongkar Rahasia Ini
    Insight News

    Karyawan Google Dipecat Gegara Bongkar Rahasia Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Mei 2023Updated:23 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Karyawan Google yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dipecat. Ia adalah Timnit Gebru, perempuan asal Ethiopia yang sudah malang-melintang di raksasa teknologi.

    Mulai dari Apple, Microsoft, hingga yang terakhir Google sejak 2020 lalu. Sayangnya, setelah 3 tahun bekerja di raksasa mesin pencari, Gebru harus berhenti dari profesinya.

    Google mengatakan Gebru mengundurkan diri. Namun, Gebru membantah dan sesumbar bahwa ia dipecat, dikutip dari TheGuardian, Selasa (23/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kasus ini bermula dari sikap Gebru yang mengkritisi pengembangan teknologi AI di Google. Menurut dia, teknologi AI ibarat emas yang berharga dan menentukan masa depan umat manusia.

    Sayangnya, pengembangan ‘emas’ tersebut dibuat dengan tergesa-gesa. Apalagi, pihak yang koar-koar soal teknologi ini, menurut Gebru, tak benar-benar paham dengan dampak AI.

    “Faktanya, pengembangan AI saat ini seperti penemuan emas (gold rush). Banyak pihak yang menginginkan profit dari teknologi ini justru bukan orang yang mengerti soal teknologi tersebut,” kata dia.

    “Kita semua butuh regulasi. Kita butuh motif pengembangan AI yang lebih kuat ketimbang hanya didorong semangat mencari profit,” ia menambahkan.

    Sebagai salah satu mantan pimpinan di tim etika AI Google, Gebru menulis laporan akademis yang memperingatkan soal dampak AI di masa depan.

    Ia menuliskan soal potensi risiko banyaknya manusia yang bakal menganggur. Beberapa profesi yang ia khawatirkan terancam punah adalah penulis, komposer musik, dan analis gambar.

    Lebih lanjut, ada pula bahaya diskriminasi yang dibawa oleh AI. Menurut Gebru, pengembangan AI saat ini berbasis big data yang merepresentasikan pihak mayoritas.

    “Sudut pandang bias dari pihak-pihak mayoritas di masyarakat akan mengancam populasi kaum marjinal,” kata dia.

    Pasalnya, industri teknologi sendiri didominasi oleh laki-laki kulit putih. AI akan cenderung dilatih dengan perspektif-perspektif dari kaum mayoritas tersebut.

    Sebagai tanggapan atas laporan akademis yang ditulis Gebru, manajemen Google pun gusar. Gebru diminta untuk menarik laporannya atau menghapus namanya sebagai salah satu tim penulis.

    “Yang terjadi adalah, raksasa teknologi terlampau semangat mengembangkan AI dan mereka tak ingin mendengarkan suara dari orang seperti saya,” ia menuturkan.

    Gebru adalah seorang perempuan yang dulunya mengungsi dari area perang di Ethiopia. Ia lahir dan besar di Eritrea, kampung halaman orang tuanya.

    Setelah setahun tinggal di Irlandia, ia akhirnya mengenyam pendidikan di Boston. Dari sana, ia pun masuk sebagai mahasiswa di Stanford University dan berkarir di industri teknologi.



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.