Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badan Siber RI Sebut Tak Ada Data eHAC Bocor, Tapi…
    Insight News

    Badan Siber RI Sebut Tak Ada Data eHAC Bocor, Tapi…

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 September 2021Updated:2 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebutkan kejadian menyangkut Electronic Health Alert Card atau eHAC bukan kebocoran data. Namun ini disebut sebagai pertukaran informasi pada pihak yang memiliki perhatian akan kerentanan aplikasi EHC.

    “Terjadi saat ini bukan terkait dengan kebocoran data. Bagian dari proses di kita keamanan siber mengenalnya threat information sharing di mana pihak yang mempunyai concern saling bertukar informasi. Alhamdulilah informasi baik dari vpnMentor kemudian bisa konfirmasi dari Kemenkes bisa tindaklanjuti terhadap informasi kerentanan tersebut,” jelas Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiawan, dalam konferensi pers online, Rabu (1/9/2021).

    Informasi dari pihak VPNMentor menjadi bagian dari mitigasi resiko langkah pencegahan. Anton menambahkan data yang ada masih tersimpan dengan baik.

    Sebelumnya diberitakan jika ada 1,3 juta data yang bocor dari platform tersebut. Namun dia menegaskan jika pihak VPN Mentor menemukan celah atau kerentanan yang bisa digunakan orang lain mengambil data dari sana.

    Hal tersebut juga telah diverifikasi oleh BSSN, jika tidak ditutup celah bisa digunakan. Sampai saat ini tidak ada data yang bocor, ungkapnya.

    Soal tanggung jawab, Anton mengatakan ada dari mitra yang melakukan kemitraan dengan Kementerian Kesehatan.

    “Namun yang utama concern kita memperbaiki celah tersebut,” ujarnya.

    Selain itu, Anton menjelaskan BSSN bertindak melakukan IT Security Assesment. Yakni memberikan masukan dalam penerapan keamanan dalam sistem elektronik, dengan melakukan penilaian, mencari celah keamanan yang mungkin timbul serta bisa digunakan oleh pihak lain.

    Beberapa yang dinilai seperti implementasi sistem penerapan, keamanan dan mitigasi resiko dan memberikan rekomendasi.

    “Dalam hal ini diberikan ke Peduli Lindungi sekarang digunakan bersama. Sama-sama gunakan dengan baik supaya tidak ada menyalahgunakan hal tersebut,” jelas Anton.

    eHAC merupakan aplikasi uji dan lacak bagi mereka yang hendak bepergian. Aplikasi ini wajib diunduh bagi orang asing maupun warga negara yang bepergian di dalam negeri. Aplikasi lama ini sudah dinonaktifkan. Sedangkan aplikasi baru digabungkan dengan Peduli Lindungi.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.