Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Isu Krisis Ojol, Grab Berani Buka Data Driver di Aplikasi
    Insight News

    Ada Isu Krisis Ojol, Grab Berani Buka Data Driver di Aplikasi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Mei 2023Updated:22 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Grab menyebutkan jumlah driver-nya bertambah. Hal tersebut disebutkan saat laporan keuangan kuartal I-2023 belum lama ini dan saat ada kabar aplikasi ride-hailing kesulitan merekrut pengemudi baru.

    Sebelumnya, sebuah penelitian dari mahasiswa doktoral London School Economics (LSE), Muhammad Yorga Permana menyebutkan ada banyak driver ojol yang ingin beralih profesi menjadi pegawai tetap. Alasannya terkait pendapatan yang terus mengalami penurunan.

    Sementara itu, dalam pemaparannya Grab menjelaskan pertumbuhan pertambahan driver ojol tipis. Perusahaan menyoroti penambahan jumlah driver yang jadi fokus utama di segmen transportasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Grab mengatakan pertumbuhan jumlah driver-nya naik 10% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara jika dibandingkan akhir 2022, jumlahnya naik tipis 2%.

    Kenaikan aktivitas pengemudi sebanyak 14% secara tahunan. Kenaikan yang merujuk pada waktu yang dihabiskan pada aplikasi hanya naik 3% dari akhir 2022.

    Dari yang disampaikan Grab, waktu yang dihabiskan driver pada periode tiga bulan pertama 2023 sama seperti saat Juli hingga September 2023.

    “Selama kuartal tersebut, kami fokus meningkatkan jumlah driver aktif sambil melakukan optimasi driver yang sudah ada agar bisa memenuhi permintaan yang tumbuh,” kata Grab dalam siaran pers perusahaan.

    Penambahan jumlah driver itu, Grab mengklaim diikuti dengan kenaikan pendapatan per driver per jam. Rata-ratanya kenaikannya 14% per tahunnya dan 4% dari kuartal terakhir 2022.

    Namun dalam kesempatan itu, Grab tidak menampilkan data yang membedakan aktivitas driver untuk layanan transportasi dan pengiriman makanan.

    Sementara dalam bisnis pengiriman, terdapat penurunan transaksi pada gross merchandise value (GMV) sebesar 9%. Menurut Grab ini terjadi karena bisnis pesan antar makanan masih terkendala pembatasan aktivitas karena pandemi.

    “Selain itu, waktu puasa Ramadan pada tahun ini ada di kuartal pertama, sedangkan tahun lalu pada kuartal kedua,” kata Grab.




    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.