Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»1 Juta Warga Amerika Dilarang Pakai TikTok Per 1 Januari 2024
    Insight News

    1 Juta Warga Amerika Dilarang Pakai TikTok Per 1 Januari 2024

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Mei 2023Updated:21 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gubernur Montana Greg Gianforte menandatangani undang-undang yang melarang TikTok milik China beroperasi di negara bagian Montana, Amerika Serikat pada hari Rabu (17/5/2023).

    Montana menjadi negara bagian AS pertama yang melarang aplikasi video pendek itu beredar di tengah warganya. Populasi Montana saat ini diperkirakan mencapai 1 juta jiwa.

    Gianforte menekankan, langkah ini untuk melindungi penduduk dari dugaan pengumpulan data intelijen oleh China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pemerintah Montana melarang Google dan Apple untuk menawarkan TikTok ke warga negara bagian itu lewat Play Store dan App Store. Namun, Montana tidak akan menjatuhkan hukuman apa pun kepada individu yang menggunakan aplikasi tersebut.

    Larangan itu mulai berlaku 1 Januari 2024. Regulasi tersebut pun telah ditentang oleh manajemen TikTok. Mereka mengganggap langkah itu melanggar hak konstitusi warga negara dan menyalahi aturan.

    TikTok memiliki lebih dari 150 juta pengguna Amerika Serikat. Aplikasi itu telah menghadapi seruan yang terus meningkat dari anggota parlemen AS dan pejabat negara bagian untuk melarang aplikasi tersebut secara nasional karena kekhawatiran tentang potensi pengaruh pemerintah China atas platform tersebut.

    Aplikasi ini menjadi sangat populer di kalangan remaja. Menurut Pew Research Center, 67% remaja AS berusia 13 hingga 17 tahun menggunakan TikTok, dan 16% dari semua remaja mengatakan bahwa mereka hampir selalu menggunakan aplikasi tersebut. TikTok mengatakan bahwa “sebagian besar” penggunanya berusia di atas 18 tahun.

    Pada Maret, komite kongres bertanya kepada CEO TikTok Shou Zi Chew tentang apakah pemerintah China dapat mengakses data pengguna atau memengaruhi apa yang dilihat orang Amerika di aplikasi tersebut.

    Gianforte, seorang politisi dari Partai Republikan, mengatakan RUU itu akan melanjutkan “prioritas bersama kami untuk melindungi warga Montana dari pengawasan Partai Komunis China.”

    TikTok berulang kali membantah bahwa mereka pernah membagikan data dengan pemerintah China dan mengatakan perusahaan tidak akan melakukannya jika diminta.



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.