Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasus Bayi Sungsang Lahir Kepala Terputus, Ini Kata Dokter
    Inspiring You

    Kasus Bayi Sungsang Lahir Kepala Terputus, Ini Kata Dokter

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 Mei 2023Updated:19 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu lalu, seorang bayi perempuan di Brasil meninggal dunia setelah lahir dengan kondisi kepala terputus, Senin (1/5/2023) lalu. Peristiwa tersebut ternyata juga pernah terjadi di Indonesia, tepatnya di Riau.

    Melansir dari Detik, seorang bayi di Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dinyatakan meninggal setelah lahir dengan kondisi kepala terputus, Jumat, 26 Agustus 2022 lalu. Diketahui, bayi tersebut berada di posisi sungsang atau posisi kepala di bagian atas rahim.

    Lalu, apakah fenomena kepala bayi putus saat persalinan cukup sering terjadi?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis kandungan, dr. Dinda Derdameisya mengatakan bahwa kehamilan dengan posisi bayi sungsang memang berisiko terjadi head entrapment atau kepala terjebak di dalam jalur lahir.

    “Persalinan bokong (persalinan sungsang), terutama anak pertama memang direkomendasikan untuk melakukan persalinan sesar. Sebab, risiko terjadinya head entrapment atau kepala yang terjebak di dalam dan tidak bisa keluar besar kemungkinannya,” ujar dr. Dinda kepada CNBC Indonesia, Senin (15/5/2023).

    Dinda menjelaskan bahwa kepala adalah anggota tubuh terbesar bayi. Maka dari itu, risiko head entrapment tinggi terjadi bila posisi bayi sungsang, terlebih bila berat badan bayi cukup berat.

    “Bayi itu bagian terbesarnya kepala. Saat kepala lahir duluan, sudah pasti anggota badan lain bisa keluar. Namun, ketika badan dulu yang keluar, berarti bagian terbesarnya masih belum bisa keluar. Nah, itu memiliki risiko yang tinggi,” papar dr. Dinda.

    Dengan demikian, dr. Dinda menegaskan bahwa tindakan operasi sesar harus dilakukan bila posisi bayi telah diketahui sungsang. Namun, ia juga memberikan pengecualian terhadap kelahiran normal bayi sungsang, yakni kelahiran multipara.

    “Bayi sungsang direkomendasikan untuk melahirkan dengan sectio caesarea, kecuali kalau misalnya bayi yang posisinya sungsang ini adalah persalinan multipara atau persalinan kesekian,” kata dr. Dinda.

    “Sebab, jalan lahirnya sudah dilewati oleh kakak-kakaknya. Jadi, dipikirkan jalannya bisa untuk melahirkan dengan berat badan tertentu. Namun, kalau anak pertama sangat direkomendasikan operasi sesar,” imbuhnya.


    Artikel Selanjutnya


    Bayi Naik Jetski Berisiko Kena Shaken Baby Syndrome, Apa Itu?

    (hsy/hsy)


    Innovation True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.