Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasus Penyakit Sifilis Anak Naik 70%, Penyebabnya Bikin Ngeri
    Inspiring You

    Kasus Penyakit Sifilis Anak Naik 70%, Penyebabnya Bikin Ngeri

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 Mei 2023Updated:11 Mei 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap kondisi terbaru kasus penyakit menular seksual di Indonesia. Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, menyebutkan bahwa kasus sifilis atau raja singa meningkat hampir 70 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yakni 2018 sampai 2022 kemarin.

    “Dari 12 ribu kasus menjadi 21 ribu kasus saat ini,” ungkapnya, dalam konferensi pers daring pada Senin (8/5/2023) lalu.

    Sifilis atau penyakit raja singa adalah Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dimulai sebagai luka yang tidak nyeri, biasanya di alat kelamin, rektum atau mulut. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat merusak jantung, otak atau organ lain, dan dapat mengancam jiwa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sifilis lebih banyak menular akibat berhubungan seksual dengan penderita infeksi ini. Selain hubungan seksual, penyebaran bisa terjadi melalui kontak fisik dengan luka di tubuh penderita, atau menular dari ibu ke janin saat kehamilan atau persalinan.

    Jalur penularan sifilis pada anak

    Ada tiga kemungkinan anak tertular penyakit menular seksual, yakni saat dalam kandungan, saat proses melahirkan, dan saat proses menyusui.

    Penularan penyakit raja singa atau sifilis dari jalur ibu ke anak menyumbang persentase yang cukup tinggi, yakni sebesar 69 hingga 80 persen. Umumnya, risiko yang akan terjadi pada bayi berupa risiko abortus alias keguguran, anak lahir mati, atau sifilis kongenital alias sifilis bawaan pada bayi baru lahir.

    dr. Syahril mengatakan bahwa hingga saat ini, hanya sekitar 40 persen ibu hamil penderita sifilis yang sudah diobati. Ia mengatakan, rendahnya angka pasien yang diobati karena faktor suami yang tidak mengizinkan istri untuk tes sifilis dan stigma masyarakat.

    “Ibu hamil dengan sifilis yang diobati masih rendah, hanya di kisaran 40 persen. Nah, sisanya alias 60 persen tidak mendapatkan pengobatan sehingga berpotensi menularkan dan menimbulkan cacat pada anak yang dilahirkan,” ujar dr. Syahril

    Berkaitan dengan hal tersebut, dr. Syahril mengimbau masyarakat Indonesia untuk menghindari aktivitas seksual yang berisiko serta tidak takut untuk melakukan tes HIV dan sifilis di fasilitas pelayanan kesehatan. Terlebih, tes HIV di puskesmas tidak dipungut biaya alias gratis.

    “Untuk itu, kita menghimbau pasangan yang sudah menikah agar setia dengan pasangannya untuk menghindari seks yang berisiko. Bagi yang belum menikah agar menggunakan pengaman untuk menghindari hal-hal yang berisiko untuk kesehatan,” imbau dr. Syahril.

    Beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko tertular sifilis yaitu :

    1. Bergonta-ganti pasangan seksual, contohnya menjalani hubungan poliamori

    2. Berhubungan seksual tanpa kondom

    3. Memiliki pasangan seksual penderita sifilis

    4. Memiliki orientasi seksual lelaki seks lelaki

    5. Positif terinfeksi HIV


    Artikel Selanjutnya


    Duh! Makin Banyak Balita Tak Sengaja Makan Ganja, Kok Bisa?

    (hsy/hsy)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.