Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Selesai Jajah Singapura, BI Bawa QRIS Incar 3 Negara
    Insight News

    Selesai Jajah Singapura, BI Bawa QRIS Incar 3 Negara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Mei 2023Updated:9 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Masyarakat sudah bisa menggunakan QRIS di sejumlah negara. Bank Indonesia (BI) berencana memperluas penggunaannya di beberapa wilayah lain.

    Deputi Gubernur BI, Fillianingsih Hendarta menjelaskan pembayaran menggunakan QRIS telah bisa dilakukan di Thailand pada 2022. Baru-baru ini juga telah diperluas untuk Malaysia.

    “Sementara untuk interlink pembayaran antara Indonesia dan Singapura ditargetkan diluncurkan pada akhir 2023 mendatang,” Kata Fiilianingsih, dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia, Selasa (9/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Untuk Fillipina, dia menjelaskan kedua negara telah menandatangani kesepakatan untuk pembayaran QR.

    Selain itu, sejumlah negara lain juga dibidik untuk program tersebut. Mulai dari India, Korea hingga Jepang.

    “Kami juga telah menandatangani MoU dengan India, Korea, dan Jepang,” ungkapnya.

    Sementara itu, dia mengungkapkan capaian QRIS di Indonesia. Transaksinya mencapai 25,4 juta merchant. Sementara penggunanya per Maret 2023 mencapai 32,41 juta atau bertambah 20,9 juta dari 2021 yang berjumlah 11,5 juta.

    BI diketahui tengah melakukan program pembayaran antarnegara atau lintas batas. Namun rencana tersebut bukan tanpa tantangan.

    Filliniangsih menjelaskan ada tiga tantangan. “Namun masih ada kendala pembayaran lintas batas, seperti biaya tinggi, akses terbatas, dan kurangnya transparansi.

    Dalam pemaparan disebut biaya yang tinggi terkait biaya yang harus dikeluarkan saat transfer dana pada lintas batas. Karena perantara yang terlibat dalam transaksi begitu banyak.

    Untuk akses yang terbatas terkait layanan pembayaran cross boarder untuk orang yang belum menggunakan bank terbatas. Sementara yang terakhir karena banyaknya perantara dalam transaksi jadi agak sulit mengetahui status transaksi.

    “Dan karenanya terobosan dan peningkatan pada satu negara, teknologi dan regulasi serta kerja sama internasional dibutuhkan untuk ekonomi digital yang lebih inklusif,” kata Fillianingsih.




    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.