Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos XL Axiata Buka-bukaan Alasan 5G Masih Lelet di RI
    Insight News

    Bos XL Axiata Buka-bukaan Alasan 5G Masih Lelet di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Mei 2023Updated:5 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sudah hampir dua tahun sejak 5G resmi dirilis di Indonesia. Namun hingga kini, layanan tersebut belum meluas.

    Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini menjelaskan jika spektrum 5G masih belum bisa dikembangkan. Dia menyebutkan masih jaringan 5G di RI masih “rasa 4G”.

    “Spektrumnya masih belum ada. The real 5G services itu belum bisa dikembangkan. Yang ada sekarang kan 5G rasa 4G kan memang spektrum yang dipakai masih spektrum 4G,” kata Dian usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2023, Jumat (5/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Untuk ke depannya, Dian menjelaskan 5G akan banyak digunakan untuk bisnis. Bagi konsumen, penggunaannya masih mirip dengan 4G, yakni untuk layanan internet dan download serta upload lebih cepat.

    “Tapi use case baru akan banyak di industri untuk b2b service,” jelasnya.

    XL Axiata resmi menghadirkan 5G pada Agustus 2021. Saat itu, perusahaan mengikuti Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison yang sudah lebih dulu meluncurkan jaringan cepat tersebut.

    Sejauh ini, 5G Xl Axiata bisa diakses di beberapa wilayah. Misalnya di Jakarta ada di Kelapa Gading, Penjaringan, Pademangan, Tanah Abang, Kembangan, Kebayoran Lama, Setiabudi, Gambir, dan Tebet.

    Direktur XL Axita, Yessie Dianty Yosetya menjelaskan bisnis enterprise XL berfokus pada dua industri yakni pertambangan dan perkebunanan. Bukan hanya konektivitas, perusahan melihat adanya kebutuhan transformasi digital dari kedua industri.

    Menurutnya, transformasi digital itu cocok untuk implementasi 5G. Misalnya mengumpulkan data atau otonomisasi di pertambangan dan di perkebunan pada proses pembibitan hingga panen.

    “Potensi besar 5G ke depan. Kemungkinan besar use case sangat menarik di industri. Kalau consumer masih sama seperti sekarang,” jelas Yessie.

     


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.