Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT Bikin Heboh, Google-Microsoft Dipanggil Presiden
    Insight News

    ChatGPT Bikin Heboh, Google-Microsoft Dipanggil Presiden

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Mei 2023Updated:5 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden turun tangan soal kehebohan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang merupakan basis layanan viral ChatGPT.

    Pasalnya, AI diramalkan bisa membawa bencana bagi manusia. Mulai dari potensi meningkatnya pengangguran secara drastis, penipuan online yang makin canggih, serta penyebaran disinformasi yang lebih mudah.

    Untuk itu, Biden memanggil raksasa teknologi yang tengah gencar mengembangkan teknologi AI. Antara lain Alphabet (Google), Microsoft, dan OpenAI yang merupakan perusahaan di balik ChatGPT.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Teknologi AI yang sudah dikembangkan sejak dulu tak terlalu mendapat perhatian hingga kemunculan ChatGPT pada akhir 2022 lalu. Layanan chatbot AI dengan metode generative tersebut dipakai 100 juta orang hanya dalam waktu 3 bulan.

    Raksasa teknologi lain pun bereaksi dengan membuat layanan serupa. Google dengan Bard dan Microsoft dengan Bing. Meta (Facebook), Snap, Spotify, dan lainnya pun turut menggodok layanan AI.

    AI memang bisa membantu kehidupan manusia dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, seperti teknologi baru lainnya, ada risiko berbahaya yang turut dibawa.

    Biden Pengguna Aktif ChatGPT

    Perwakilan Gedung Putih mengatakan Biden merupakan salah satu pengguna ChatGPT. Sang Presiden kerap bereksperimen dengan layanan tersebut.

    Karena merasakan langsung, Biden pun meminta ada tindakan mitigasi untuk mencegah AI mendatangkan bahaya. Menurut perwakilan Gedung Putih, diskusi bersama bos-bos raksasa teknologi berjalan lancar.

    “Diskusinya bersifat membangun dan jujur,” kata dia, dikutip dari Reuters, Jumat (5/5/2023).

    Biden meminta raksasa teknologi untuk mengembangkan AI secara transparan, serta berkoordinasi dengan pembuat kebijakan tentang sistem AI mereka.

    Selain itu, penting juga untuk selalu mengevaluasi keamanan layanan secara berkala, serta memastikan perlindungan bagi pengguna dari serangan siber.

    Pertemuan Biden dan jajaran pemerintah dengan bos-bos raksasa teknologi berlangsung selama 2 jam. Yang hadir adalah CEO Alphabet, Sundar Pichai; CEO Microsoft, Satya Nadella; CEO OpenAI, Sam Altman; CEO Anthropic, Dario Amodei; Vice President Kamala Harris; serta jajaran otoritas lainnya.

    Dalam pernyataannya, Harris mengatakan telah menegaskan ke jajaran bos teknologi bahwa mereka memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memastikan keamanan produk AI.




    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.