Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Sinyal Baru HP Masih Ga Laku, Nasib Pedagang Masih Miris
    Insight News

    Ada Sinyal Baru HP Masih Ga Laku, Nasib Pedagang Masih Miris

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Mei 2023Updated:4 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja bisnis Qualcomm menjadi sinyal terbaru penjualan HP masih lesu. Penjualan chip HP Qualcomm anjlok 17 persen.

    CEO Qualcomm Cristiano Amon menyatakan kinerja keuangan perusahaan terdampak oleh pasar HP yang masih lesu, terutama di China. Menurut IDC, pasar ponsel pintar masih menghadapi tantangan setelah riset perusahaan menunjukkan distribusi HP dari pabrik ke peritel merosot 14 persen pada 3 bulan pertama tahun ini.

    “Kondisi makroekonomi membuat permintaan makin merosot, terutama untuk perangkat handset [smartphone], dampaknya lebih besar dari perkiraan,” kata Amon seperti dikutip CNBC International, Kamis (4/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Unit bisnis QCT perusahaan, yang fokus dalam produksi chip prosesor HP, mobil, dan perangkat elektronik canggih lain, membukukan penurunan pendapatan 17 persen menjadi US$ 7,49 miliar pada kuartal pertama 2023.

    Segmen utama unit bisnis Qualcomm tersebut adalah penjualan chip HP yang mendominasi pasokan Android global, merosot 17% menjadi US$ 6,11 miliar.

    “Karena perkiraan permintaan handset masih lemah, sampai permintaan kembali normal dan ada potensi perbaikan, kami memperkirakan konsumen masih sangat berhati-hati dalam membeli [HP baru],” kata CFO Qualcomm Akash Palkhiwala.

    Di sisi lain, Qualcomm melaporkan kenaikan permintaan dari industri otomotif. Penjualan chip untuk otomotif naik 20 persen.

    Menurut firma riset Canalys, pasar smartphone turun 13% year-on-year (yoy) pada Q1 2023 lalu. Pasar masih belum pulih meski peningkatan pada faktor makro utama telah terjadi.

    Sanyam Chaaurasia selaku analis Canalys menyebutkan penurunan pasar tersebut sesuai ekspektasi. “Meskipun ada pemotongan harga dan promosi besar-besaran, permintaan konsumen tetap lesu, khususnya segmen kelas bawah karena inflasi tinggi yang berdampak pada kepercayaan dan pengeluaran konsumen,” kata Chaaurasia,.

    Dia menambahkan, “selain itu permintaan pengguna yang lesu memicu gelombang besar de-stok pada seluruh rantai pasokan, dengan kanal yang mengurangi tingkat investaris untuk mengamankan operasi”




    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.