Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ada Perbedaan Tanggal, Kapan Hari Raya Waisak 2023?
    Inspiring You

    Ada Perbedaan Tanggal, Kapan Hari Raya Waisak 2023?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Mei 2023Updated:4 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu belakangan ini, warganet memperdebatkan kapan jatuhnya Hari Raya Waisak 2567 BE atau 2023. Hal ini dipicu karena sebagian besar warganet memiliki kalender yang mencatatkan bahwa Hari Raya Waisak 2023 jatuh pada Sabtu, 6 Mei 2023.

    Namun, sebagian besar warganet meyakini bahwa Hari Raya Waisak 2023 jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023. Merespons hal ini, Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, buka suara.

    Melansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Supriyadi menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Waisak 2567 BE bertepatan pada Minggu, 4 Juni 2023. Bukan Sabtu, 6 Mei 2023.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Waisak 2567 BE bertepatan 4 Juni 2023. Ini juga sudah terakomodir dalam Surat Keputusan Bersama antara Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Tenaga Kerja,” kata Supriyadi melalui keterangannya di laman resmi Kemenag, dikutip Kamis (4/5/2023).

    “Jadi masyarakat, utamanya umat Buddha, tidak perlu bingung lagi,” lanjutnya.

    Supriyadi menjelaskan peringatan detik Waisak hanya ada di Indonesia dengan menggunakan patokan astronomi universal. Patokan astronomi universal ini dikenal dengan nama Purnama-Sidhi. Perhitungan sesuai dengan astronomi yang bersifat universal, ilmiah, sekaligus modern.

    Hal ini juga merupakan warisan pendahulu umat Buddha yang juga menjadi sesuatu yang khas ada di Indonesia. Penentuan dengan metode astronomi ini juga melambangkan persatuan dan kesatuan umat Buddha Indonesia dari berbagai kalender, yakni Tionghoa, Jawa, dan Bali.

    Dalam menetapkan hari besar tersebut, pergantian hari akan dimulai tepat pukul 12 di tengah malam. Upacara puja yang menjadi salah satu kegiatan sakral saat perayaan Waisak juga bisa dilaksanakan tepat di detik pergantian waktu atau sesudahnya.

    Kenapa ada perbedaan tanggal Hari Waisak?

    Dalam kesempatan itu, Supriyadi juga menjelaskan alasan perayaan Waisak tahun ini menjadi perdebatan. Hal ini terjadi karena perhitungan kalender lunar dan solar.

    Penjelasannya, bahwa dalam satu tahun sesuai dengan rotasi bumi terhadap matahari terdapat hitungan hari sebanyak 365. Tapi hal berbeda terjadi pada hitungan lunar, yakni sebanyak 355 hari.

    Jadi ada perbedaan sebanyak 10 hari antara kalender matahari dengan kalender lunar.

    Sementara untuk kabisat lunar, dalam satu tahun terdapat 13 purnama. Maka akan terjadi bulan Waisak ganda. Perhitungannya pun akan berpatok pada kalender lunar/chandra Buddhis. Hitungannya sudah menyesuaikan dengan kalender matahari atau solar.

    Hal inilah, kata Supriyadi, yang terjadi pada 2023, yakni terdapat bulan Waisak ganda karena bertepatan dengan kabisat lunar. Meski demikian, sesuai perhitungan Hari Raya Waisak tetap dilaksanakan pada 4 Juni mendatang.



    Artikel Selanjutnya


    Siapkan 3 Hal Ini agar Sukses di 2023 Menurut Bazi Reader

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.