Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Mata-Matai Karyawan Pakai AI, Gedung Putih Turun Tangan
    Insight News

    Bos Mata-Matai Karyawan Pakai AI, Gedung Putih Turun Tangan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2023Updated:2 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Biden tengah bersiap untuk memeriksa bagaimana perusahaan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau dan mengelola pekerja.

    Menurut Bloomberg, Gedung Putih akan menerbitkan posting blog hari ini yang mengundang pekerja Amerika untuk berbagi bagaimana AI digunakan di tempat kerja mereka.

    “Meskipun teknologi ini dapat menguntungkan pekerja dan pemberi kerja dalam beberapa kasus, teknologi ini juga dapat menimbulkan risiko serius bagi pekerja,” tulis postingan tersebut, menurut Bloomberg.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Pelacakan kinerja secara terus-menerus dapat mendorong pekerja untuk bergerak terlalu cepat dalam pekerjaan, menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan mental mereka.”

    Mengutip Engadget, Gedung Putih menambahkan teknologi tersebut juga telah digunakan untuk mencegah pekerja mengatur tempat kerja mereka dan untuk melanggengkan diskriminasi upah dan disiplin.

    Regulator meminta masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk peneliti, kelompok advokasi, dan bahkan pemberi kerja. Khususnya, pemerintahan Biden mengatakan ingin mengetahui peraturan dan tindakan penegakan apa yang harus diterapkan pemerintah federal untuk mengatasi dampak ekonomi, keselamatan, fisik, mental, dan emosional dari teknologi pengawasan tempat kerja.

    Seruan untuk informasi datang setelah beberapa negara bagian mengesahkan undang-undang yang melarang kuota produktivitas yang tidak masuk akal.

    Secara khusus, Undang-Undang Perlindungan Pekerja Gudang New York memberikan pekerja hak untuk meminta informasi tentang kuota mereka kapan saja. Ini juga melarang perusahaan untuk memaksakan tuntutan produktivitas yang mengganggu istirahat makan dan kamar kecil yang diamanatkan oleh negara.

    Biden mengatakan masih harus dilihat apakah AI itu berbahaya. Ia dikabarkan juga telah bertemu dengan penasihat untuk membahas ‘risiko dan peluang’ AI.




    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.