Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti AS Bongkar Mitos Gumpalan Darah Akibat Vaksin Covid
    Insight News

    Peneliti AS Bongkar Mitos Gumpalan Darah Akibat Vaksin Covid

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 April 2023Updated:30 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ahli Amerika Serikat mengungkapkan fakta terbaru soal vaksin Covid-19. Penelitian terbaru menegaskan bahwa mitos vaksin Covid-19 berisiko tinggi membuat darah menggumpal tidak benar.

    Peneliti dari Department of Biomedical Informatics di University of Buffalo menjalankan survei yang melibatkan puluhan ribu veteran militer AS. Hasilnya, mitos soal risiko venous thromboembolism (VTE) yang selama ini beredar ditemukan tidak signifikan.

    “Studi berbasis populasi hanya menemukan risiko sepele terkait VTE setelah vaksinasi Covid-19,” kata Peter L. Elkin. Karena risiko VTE dari infeksi Covid-19 sangat tinggi, perbandingan risiko-keuntungan sangat berat ke vaksinasi.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Risiko sepele tidak berarti potensi VTE setelah menerima vaksin Covid-19 adalah nol. Namun, potensi darah menggumpal jauh lebih tinggi bagi orang tidak divaksin dan tertular Covid.

    Mitos soal VTE setelah menerima vaksin Covid disuarakan oleh pihak anti-vaksin sejak munculnya berita potensi keterkaitan antara vaksin dan darah menggumpal pada 2021.

    Dalam risetnya, Elkin dan tim meneliti data dari 855.686 veteran tentara AS berusia minimum 45 tahun yang telah menerima vaksin Covid-19 paling tidak 60 hari sebelumnya. Sebagai pembanding (variabel kendali), mereka meneliti data 321.676 veteran yang belum divaksinasi.

    Rasio VTE (penggumpalan darah) di kelompok yang divaksin adalah 1,3755 per 1.000 orang, hanya 0,1 persen lebih tinggi dari rasio 1,3741 per 1.000 orang pada kelompok yang tidak divaksin.

    “Risikonya sekitar 1,5 kasus dari 1 juta pasien yang divaksin,” kata Elkin.

    Risiko yang sedikit lebih tinggi pada penerima vaksin, kemungkinan adalah hasil dari thrombotic thrmobocytopenia yang dipicu vaksin (VITT), yaitu respons imun yang mengubah kuantitas dan kualitas keping darah.

    Menurut laporan tersebut, VITT sebetulnya sudah dikenali sebagai komplikasi vaksin SARS-CoV-2 berbasis vektor adenoviral seperti Janssen dan AstraZaneca.

    Laporan penelitian Elkin dan tim menyatakan risiko sepele soal VITT juga diteumukan di vaksin berbasis mRNA seperti Moderna dan Pfizer.

    Saat ini, sekitar 9,23 miliar dosis vaksin Covid-19 telah diterima oleh penduduk dunia.

    VTE (darah menggumpal) tegas para peneliti jauh lebih berisiko pada penderita Covid-19, yaitu ditemukan di 8 persen pasien yang dirawat di rumah sakit dan 23 persen pasien yang dirawat di ICU.

    Berdasarkan data 2021, VTE ditemukan pada 3.203 pasien Covid-19 dari total 257.125 kasus. Jika pada waktu itu program vaksinasi sudah terlaksana, risiko VTE diperkirakan hanya 0,36. 



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.