Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bisnis Samsung Longsor, Profit Anjlok 95% Gegara Ini
    Insight News

    Bisnis Samsung Longsor, Profit Anjlok 95% Gegara Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 April 2023Updated:27 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Samsung selama ini dikenal sebagai produsen chip terbesar di dunia. Namun, peningkatan inflasi membuat permintaan chip menurun drastis.

    Alhasil, harga chip pun anjlok 70% selama 9 bulan terakhir, dikutip dari Reuters, Kamis (27/4/2023). Hal ini langsung berdampak pada pendapatan dan profit Samsung.

    Laporan menyebutkan profit operasional Samsung anjlok 95% menjadi 640 miliar won sepanjang Januari hingga Maret.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Angka tersebut mencatat rekor sebagai profit terendah untuk Samsung di Q1 selama 14 tahun terakhir. Pendapatannya longsor 18% menjadi 63,7 triliun won.

    Divisi chip yang selama ini jadi sumber andalan pemasukan Samsung tak bisa menopang bisnis di Q1 2023. Kerugian divisi chip senilai 4,58 triliun won, dibandingkan profit 8,45 triliun won pada tahun sebelumnya.

    Optimis di Semester-2 2023

    Analis memprediksi tren penurunan ini akan kembali terjadi di Q2 2023. Namun, Samsung yakni semester kedua tahun 2023 akan membawa angin segar.

    Pasalnya, persediaan chip perusahaan smartphone, laptop, dan server akan menipis sehingga memacu kembali daya beli. Ke depan, Samsung mengatakan bisnis chip-nya akan fokus pada server kapasitas tinggi dan produk mobile.

    Belajar dari pengalaman, Samsung juga mengumumkan bakal mengurangi produksi chip. Hal ini untuk menstabilkan kembali harga di pasaran.

    Namun, di tengah anjloknya bisnis chip, Samsung justru menggelontorkan 10,7 triliun won untuk belanja modal sepanjang Q1 2023. Langkah ini mencatat rekor sebagai belanja modal tertinggi untuk Q1 setiap tahunnya.

    Dari belanja modal tersebut, 9.8 triliun won dihabiskan untuk mengatur produksi di pabrik Taylor, Texas dan Pyeongtaek, Korea Selatan.

    “Samsung Electronics akan terus berinvestasi untuk semikonduktor pada level yang sama dengan tahun lalu. Hal ini untuk mengamankan daya saing jangka menengah dan panjang,” kata pabrikan Korea Selatan tersebut.

    Meski bisnis chip-nya sedang turun, bisnis mobile Samsung masih menunjukkan pertumbuhan. Profit Q1 2023 naik menjadi 3,94 triliun won dibandingkan 3,82 triliun won di tahun sebelumnya.

    “Samsung akan fokus pada profit ketimbang pengiriman perangkat,” kata Senior Analyst Counterpoint, Jene Park.




    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.