Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Digempur Aturan Baru, Google-Facebook-TikTok Was-was
    Insight News

    Digempur Aturan Baru, Google-Facebook-TikTok Was-was

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 April 2023Updated:27 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa teknologi tengah digempur oleh aturan beruntun. Yang terbaru, Uni Eropa memberlakukan aturan soal konten online yang menyasar Google, Meta, Microsoft, Twitter, Alibaba, dkk.

    Aturan yang disebut Digital Service Act (DSA) tersebut meminta raksasa teknologi untuk melakukan manajemen resiko, audit mandiri, mematuhi etika bisnis eksternal, serta membagikan data ke otoritas berwajib jika diperlakukan.

    Syarat-syarat tersebut harus dipenuhi paling lambat Agustus 2023 mendatang. Ada setidaknya 19 layanan yang diminta untuk memenuhi aturan tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Antara lain Google Maps, Google Play, Google Search, Facebook, Instagram, serta Apple App Store, Amazon Marketplace, LinkedIn, Bing, Wikipedia, TikTok, Twitter, AliExpress, dan Snapchat.

    “Menurut kami, 19 platform online dan mesin pencari telah menjadi layanan utama yang digunakan masyarakat. Mereka memiliki tanggung jawab khusus untuk menciptakan internet yang lebih aman,” kata Chief Industri Uni Eropa, Thierry Breton, dikutip dari Reuters, Rabu (26/4/2023).

    Tujuan dari DSA ini, kata Breton, untuk mereduksi disinformasi di internet, serta melindungi anak kecil dari paparan konten negatif.

    Jika tak mematuhi ketentuan baru dari Uni Eropa, raksasa teknologi yang disebutkan berpotensi mendapat denda setidaknya 6% dari total pendapatan mereka di Eropa.

    Beberapa yang disebutkan khusus oleh Breton adalah Facebook, Twitter, dan TikTok. Ketiga platform ini, kata dia, benar-benar ada di jangkauan radar pemantauan Uni Eropa.

    “Facebook dirancang sebagai online platform yang sangat besar. Meta perlu menyelidiki sistemnya secara hati-hati dan memperbaiki isu di dalamnya sesegera mungkin,” kata dia.

    Ia juga mengatakan CEO Twitter, Elon Musk, mengundang pihaknya untuk bertandang langsung ke kantor pusat Twitter. Hal ini demi melihat langsung bagaimana sistem moderasi konten layanan berlogo burung.

    “Atas undangan Elon Musk, tim saya dan saya akan melakukan tes secara langsung di kantor pusat Twitter di San Francisco,” ia menuturkan.



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.