Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Update Kemenkes, Kasus Covid-19 Arcturus di RI Udah Segini
    Insight News

    Update Kemenkes, Kasus Covid-19 Arcturus di RI Udah Segini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 April 2023Updated:17 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan 5 kasus tambahan Covid-19 subvarian Omicron XBB 1.16 atau yang disebut Arcturus.

    Dengan kasus tambahan tersebut, sampai hari ini, total ada 7 kasus subvarian Arcturus di Indonesia.

    “Kasus baru Arcturus ini menjadi tujuh orang, sebelumnya kan cuma dua ya,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Senin (17/4/2023).

    Dua kasus awal tersebut, satu ada riwayat perjalanan luar negeri dari India, sementara satunya lokal. Kedua kasus awal subvarian ini sudah dinyatakan sembuh.

    Syahril menyampaikan, lima kasus tambahan itu berasal dari dua wilayah, yaitu dari Surabaya dan Jakarta.

    “Dua dari Surabaya dan tiganya ada di Jakarta. Alhamdulillah semuanya dalam keadaan gejala yang ringan,” terangnya.

    Lebih lanjut Syahril menyampaikan, subvarian baru ini sudah menyebar di berbagai negara. Semuanya ditandai dengan subvarian baru, Arcturus, yang asal mulanya berawal dari India.

    “Ada 29 negara yang melaporkan terjadi kenaikan kasus, lima terbesar adalah India, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan Australia,” jelasnya.

    Di satu sisi, di Indonesia sendiri terlihat ada kenaikan kasus dalam satu minggu terakhir, angka kasusnya mencapai 1.000. Hanya saja angka kematian dan rawat masih terkendali.

    “Ada memang kenaikan kasus bahkan tanggal 15 April mencapai 1.000,” ujarnya.

    Walaupun ada kenaikan kasus, kata dia, angka kematian tidak melebihi batas yang disyaratkan WHO, standarnya di bawah 1 per 100 ribu penduduk. Sedangkan yang dirawat juga di atas 5 per 100 ribu penduduk. Artinya parameter ini walaupun ada kenaikan ini masih menunjukan angka-angka itu masih stabil.

    “Di satu sisi ini menjadi catatan kita semua sebagaimana peringatan WHO bahwa pandemi masih ada dan kemungkinan akan terjadi kenaikan kasus karena varian baru.” pungkasnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.