Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Tragis Influencer Setelah TikTok Diblokir, Amerika Next
    Insight News

    Nasib Tragis Influencer Setelah TikTok Diblokir, Amerika Next

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 April 2023Updated:17 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Saat Amerika Serikat (AS) masih galau memblokir Tiktok, jauh di wilayah Asia sudah ada yang hidup tanpa aplikasi tersebut. Tiktok telah menghentikan layanan di Hong Kong sejak 2020 lalu.

    Satu minggu sebelum Tiktok hengkang dari Hong Kong, China diketahui memberlakukan undang-undang keamanan nasional di sana. CNN Internasional mencatat keputusan diambil saat aplikasi berusaha mencoba menjauhkan diri dari China dan induk perusahaannya Bytedance mendapatkan tekanan hebat di AS.

    Kehidupan Hong Kong tanpa Tiktok mungkin bisa jadi gambaran negara-negara, termasuk AS, yang ingin memblokir aplikasi itu. Salah satu dampak yang paling terasa adalah dari sisi content creator.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Shivani Dukhande, salah seorang influencer, memiliki 450 ribu followers saat Tiktok meninggalkan Hong Kong. Awal 2020, akunnya cukup aktif membagikan konten gaya hidup seperti video memasak dan kesehatan.

    Saat itu, dia bercerita banyak kreator bermunculan dan akhirnya menciptakan kolaborasi. Perusahaan akhirnya menjangkau Dukhande dan membayar konten sponsor hingga berkolaborasi pada kampanye iklan.

    Jika Tiktok masih hadir di Hong Kong, dia meyakini bisa menjadikannya pekerjaan utama. Bahkan berhenti dari pekerjaan kantoran.

    “Jika saya punya kesempatan untuk tumbuh, itu jadi jalur karier yang potensial,” kata Dukhande, dikutip Rabu (12/4/2023).

    Namun hilangnya Tiktok berarti kesempatan datang untuk platform lain mengisi kekosongan itu. Dalam hal ini adalah Reels Instagram yang berkembang pesat juga di Hong Kong.

    Dukhande mengaku menggunakan Reels dan berusaha membangun audiensnya kembali. Saat ini dia telah memiliki 12.500 followers di Instagram dan optimistis dengan pertumbuhan. Tapi kepergian Tiktok dia sebut sebagai kesempatan yang terlewatkan.

    Namun di sisi lain hilangnya Tiktok disambut oleh sebagian orang. Dalam hal ini anak-anak yang merasa bosan dengan aplikasi, tapi tak bisa berhenti menggunakannya.

    “Semua orang menggunakannya, jadi saya rasa Anda harus menggunakannya, tahu segalanya. Dan saya pikir itu membuat saya stres,” kata Martin Poon, 15 tahun.



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.