Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kisah Pemuda Kristen Gaza yang Rutin Bagikan Kurma Buka Puasa
    Inspiring You

    Kisah Pemuda Kristen Gaza yang Rutin Bagikan Kurma Buka Puasa

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 April 2023Updated:16 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Ehab Ayyad adalah pemuda Kristen di Gaza yang rutin membagikan kurma dan air kepada umat Islam di jalan. 

    Satu jam sebelum matahari terbenam selama bulan Ramadan, jalan-jalan di Gaza dipenuhi moil yang bergegas pulang untuk berbuka puasa bersama keluarga. Di sinilah Ayyad menawarkan makanan berbuka untuk mereka yang terjebak macet sehingga terpaksa berbuka puasa di tengah lalu lintas yang padat. 

    Lima tahun lalu, Ayyad memulai dengan menawarkan kurma dan air kepada tetangganya, makanan pertama yang biasanya dimakan umat Islam saat berbuka puasa. Dari sini, dia mulai menawarkan makanan buka puasa untuk orang-orang di jalan. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT




    Foto: Ehab Ayyad, seorang pemuda Kristiani, menawarkan kurma dan air kepada umat Islam yang terjebak kemacetan atau terlambat pulang untuk berbuka puasa selama Ramadhan, di Kota Gaza, 12 April 2023. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

    “Sebagai seorang Kristen, saya menawarkan kurma dan air kepada saudara-saudara Muslim saya sebagai bentuk berbagi, karena kami tinggal di tanah air yang sama, dan kami memiliki darah yang sama,” kata Ayyad, 23 tahun, kepada Reuters, di rumahnya yang didekorasi lentera dan patung-patung kecil Bunda Maria.

    “Mereka pertama kali bertanya-tanya bagaimana seorang Kristen melakukan itu, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka senang melihat saya setiap tahun,” katanya.

    Gaza merupakan jalur pantai di bawah blokade yang dipimpin Israel sejak 2007 dan dijalankan oleh kelompok Islam Hamas. Kota yang dihuni 2,3 juta penduduk ini hanya memiliki sekitar 1.000 umat Kristen, kebanyakan dari mereka Ortodoks Yunani.

    “Ini bukan bulan umat Kristen dan mereka tidak berpuasa, tetapi mereka merasakannya untuk kami dan ini sesuatu yang baik,” kata pemilik kedai kopi Louay Al-Zaharna, setelah menerima salah satu bingkisan dari Ayyad.

    Di rumahnya, Ayyad mendapat bantuan dari seorang tetangga Muslim berusia 13 tahun untuk menyiapkan bingkisan.

    “Saat hari besar kami, tetangga Muslim kami datang berkunjung dan memberi selamat kepada kami, dan kami melakukan hal yang sama,” kata Ayyad.



    Artikel Selanjutnya


    Ini Jadwal Buka Puasa Jabodetabek Jumat 24 Maret 2023

    (hsy/hsy)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.