Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Indonesia Tidak Memblokir TikTok Seperti Amerika
    Insight News

    Alasan Indonesia Tidak Memblokir TikTok Seperti Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 April 2023Updated:14 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Nasib TikTok sedang di ujung tanduk. Pasalnya, sejumlah negara termasuk Amerika Serikat hingga Australia, sepakat memblokir aplikasi tersebut dari perangkat milik pemerintah.

    Alasan mereka terkait TikTok yang diduga memiliki hubungan erat dengan pemerintah China. Data pengguna ditakutkan akan diserahkan ke pemerintah Xi Jinping.

    Sementara itu, Indonesia belum melakukan kebijakan yang sama. Kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan Indonesia tidak mengikuti kebijakan yang terjadi dengan negara Barat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan tiap platform yang beroperasi di Indonesia. Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) diharuskan berjalan sesuai dengan aturan berlaku.

    “Kita adalah Negara Non-Blok, jadi kita [tidak] perlu mengikuti kebijakan Negara Blok Barat. Namun demikian, Kami tetap memantau setiap PSE yang beroperasi di Indonesia untuk memastikan mereka beroperasi sesuai dengan perundang-undangan yg berlaku,” jelas Semuel kepada CNBC Indonesia, Rabu (5/4/2023).

    Pemerintah juga akan melakukan tindakan tegas apabila ada pelanggaran. Termasuk melakukan pemblokiran sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

    “Dan pemerintah bertindak tegas atas pelanggaran yang dilakukan. Dan kami pernah melakukan hal itu dan tidak ada keraguan menindak tegas (blokir) apabila ada pelanggaran yang dilakukan,” ungkapnya.

    Facebook-IG dkk sama bahayanya seperti TikTok

    Sementara itu, keputusan AS memblokir TikTok mendapatkan respons negatif dari sejumlah pihak. Mereka menilai platform media sosial yang berasal di AS pun punya risiko keamanan yang sama seperti TikTok.

    Bahkan, Direktur kelompok advokasi Fight for the Future, Evan Greer mendorong AS perlu mengadvokasi UU privasi dasar. Aturan itu diperuntukkan untuk semua perusahaan mengumpulkan data, bukan hanya terkait TikTok.

    “Daripada terlibat dalam xenophobia yang tidak melindungi siapapun,” kata Greener, dikutip dari AP.

    Temuan aplikasi asal AS sama bahayanya dengan TikTok juga sempat diungkapkan analisa Citizen Lab University of Toronto pada 2021. Pada analisa tersebut dijelaskan jumlah data yang dikumpulkan TikTok sama seperti Facebook.

    Termasuk terkait identifikasi perangkat yang digunakan pengguna. “Jika Anda tidak nyaman dengan pengumpulan dan pembagian data, hindari penggunaan aplikasi tersebut,” kata laporan tersebut.




    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.