Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cerita Pemilik Tambang Bitcoin RI, Auto Kaya Raya?
    Insight News

    Cerita Pemilik Tambang Bitcoin RI, Auto Kaya Raya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 April 2023Updated:13 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penambang Bitcoin dikenal menghasilkan cuan yang banyak. Salah satu miner atau penambang Bitcoin asli Indonesia cerita tentang aktivitas menambang aset kripto tersebut.

    Adhy Surya, penambang Bitcoin asal Indonesia, mengaku, meskipun nilainya besar, ternyata menambang Bitcoin tidak mudah dan butuh waktu yang panjang.

    Pakar penambangan di 911 Metallurgist tersebut menyatakan Indonesia berada di peringkat ke-54 dunia dalam daftar negara dengan biaya menambang termurah. Untuk menggali 1 keping Bitcoin, biaya yang dikeluarkan mencapai US$21.307 atau sekitar Rp 320 juta.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adhy memperkirakan dirinya membutuhkan sekitar 150 bulan untuk menambang 1 BTC. Itu berdasarkan perhitungannya dari pendapatan per bulan.

    “Based on pendapatanku selama ini perhitungannya 150 bulan,” kata dia.

    Kecuali, lanjut Adhy, para penambang punya alat mining yang jauh lebih banyak sehingga bisa memanen 1 BTC kurang dari 100 bulan. “Cuma ya capex-nya cukup tinggi juga,” ungkapnya.

    Saat ditanya, berapa pendapatan per bulannya dari menjadi miner, ia mengatakan, bisa menghasilkan sekitar Rp 6 juta. Jumlah ini tergantung dengan harga Bitcoin itu sendiri.

    “Kalo pas masih [harga Bitcoin] di atas Rp 550 juta masih bisa dapat Rp 6 juta per bulan,” ujarnya kepada CNBC Indonesia.

    Ia mengaku akan terus menjadi miner, bukan hanya untuk mengikuti tren saja. Karena, menurutnya dari mining, ia bisa menghasilkan pendapatan pasif.

    “Aku mau lanjut terus mining ini, bukan cuma seasonal begitu ya. Toh juga aku mau menabung kripto atau jadi pendapatan pasif saja, jarang passive income bisa didapatkan begitu saja,” tuturnya.

    Adhy mengatakan setidaknya butuh Rp 70 juta untuk membangun perlengkapan yang memadai untuk mining. Belum lagi biaya listrik yang harus dibayarkan.

    Modal puluhan juta itu ia gunakan untuk menyediakan ASIC (application specific integrated circuit) Miner, yaitu komponen pengolah data yang khusus didesain untuk menambang Bitcoin, dari Lite Coin dan GPU RTX 3000 Series.

    Adhy juga punya lemari khusus untuk mining dengan bentuk yang masih terbuka dan beberapa router yang jaringannya dirancang khusus.




    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.