Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Digugat Mantan CEO Twitter, Minta Duit Rp 14 M
    Insight News

    Elon Musk Digugat Mantan CEO Twitter, Minta Duit Rp 14 M

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 April 2023Updated:13 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Twitter lagi-lagi mendapat gugatan, kali ini karena tagihan yang belum dibayar. Dilaporkan oleh The New York Times, 3 mantan eksekutif menggugat perusahaan tersebut pada Senin (10/4).

    Dalam pengaduan yang diajukan ke Delaware Chancery Court, mantan CEO Parag Agrawal, mantan CFO Ned Segal, dan mantan Chief Legal Officer Vijaya Gadde menuduh Twitter berutang lebih dari US$1 juta (sekitar Rp 14 miliar) kepada mereka untuk biaya hukum yang belum diganti.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sekedar informasi, Elon Musk memecat ketiga eksekutif setelah mengambil kendali perusahaan pada Oktober tahun lalu.

    Barisan mantan eksekutif menuduh Twitter menghabiskan waktu berbulan-bulan dengan mengabaikan surat yang mereka kirimkan. Ketiganya meminta Musk untuk menghormati perjanjian penggantian yang mereka miliki sebelum mereka dipecat.

    Dikutip dari Engadget, Rabu (12/4/2023), menurut pengaduan tersebut, Twitter akhirnya mengakui surat-surat itu bulan lalu tetapi tidak melakukan tindakan lebih lanjut. Hingga Senin, ketiganya masih menunggu perusahaan membayar hutang tersebut.

    Mantan eksekutif mengatakan bahwa mereka mengeluarkan biaya hukum untuk menanggapi tuntutan hukum pemegang saham dan beberapa investigasi pemerintah, termasuk yang melibatkan Departemen Kehakiman AS.

    Keluhan menyatakan pejabat federal mulai mengirimkan permintaan ke Agrawal dan Segal Juli lalu. Kemudian, akhir tahun 2022, Departemen Kehakiman menghubungi pengacara Agrawal dan Segal untuk membahas berbagai penyelidikan terhadap Twitter.

    Seperti yang dicatat CNN, Departemen Kehakiman sebelumnya tidak mengungkapkan penyelidikan terhadap Twitter.

    Gugatan tersebut menyoroti tantangan keuangan Twitter yang sedang berlangsung. Pada akhir tahun lalu, pemilik gedung yang menampung kantor pusat Twitter di San Francisco menggugat perusahaan tersebut karena gagal membayar sewa.

    Selain itu, Musk juga diketahui telah melakukan PHK massal sebanyak lebih dari 75 persen atau sekitar 7.500 orang karyawan Twitter yang dipekerjakan di bawah Agrawal.



    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.