Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga Perbatasan RI Nonton TV Singapura-Malaysia Bakal Pindah
    Insight News

    Warga Perbatasan RI Nonton TV Singapura-Malaysia Bakal Pindah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 April 2023Updated:12 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Di masa depan, warga perbatasan mungkin akan punya banyak pilihan menonton siaran TV lokal. Hal ini terkait proses peralihan dari siaran TV analog ke digital yang tengah dilakukan di Indonesia.

    Sejauh ini memang belum ada kepastian soal pengembangan TV baru usai Analog Switch Off (ASO). Direktur Penyiaran Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia menjelaskan untuk saat ini pemerintah akan berfokus pada TV yang sudah ada.

    “Kita mikirinnya membantu 695 TV nasional, harus kita amankan. Kita sudah simulasi ternyata harus dibangun berapa Mux untuk menampung TV analog,” kata Gery ditemui di Kantor Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah semua dipetakan, bukan berarti akan membuka kesempatan kehadiran TV baru. Dia menjelaskan ada perhitungan terkait iklan juga nantinya.

    Untuk wilayah perbatasan sendiri saat ini memang sudah ada siaran TVRI. Termasuk juga siaran dari negara tetangga.

    Namun pemerintah juga mendorong kehadiran stasiun lain untuk bisa tayang di sana. “TV berita dulu didorong di perbatasan, tanpa seleksi. Mumpung bentar lagi mau pemilu, karena orang perbatasan itu lihat TVRI ‘bosen’. Walaupun sekarang TVRI ada empat kontennya. Ada dari tetangga, kayak Singapura, Malaysia,” jelasnya.

    Dia juga menyinggung soal kemungkinan adanya TV baru dari pihak pemerintah. Gery mengharapkan jangan sampai tiap kementerian/lembaga punya stasiun TV sendiri.

    Konten dari kementerian/lembaga, menurutnya, dapat dimasukkan ke TVRI. Jadi mereka tak perlu lagi membuat TV sendiri.

    “Kita lihat di negara lain, BBC tuh ada buat pemerintah, parlemen, saya cenderung masukkan ke TVRI. Jadi di bawah TVRI, ada parlemennya kontennya dari teman-teman parlemen. Jangan lagi bikin TV di luar itu,” ungkap Gery.



    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.