Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kok Bisa Terjadi Pemalsuan QRIS? Begini Penjelasan Lengkap BI
    Insight News

    Kok Bisa Terjadi Pemalsuan QRIS? Begini Penjelasan Lengkap BI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 April 2023Updated:11 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) telah membentuk mekanisme untuk memberikan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi setiap orang yang mendaftar. Tapi, mekanisme itu ternyata masih dapat dimanfaatkan orang yang ingin berbuat curang.

    Salah satunya dilakukan oleh seorang pria yang menempelkan QRIS di kotak amal sebuah masjid di Blok M Square. Aksi pria itu terekam kamera CCTV hingga akhirnya viral di media sosial. Masyarakat menilai aksi itu sebagai bentuk modus baru mencuri kotak amal masjid.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan, mekanisme bagi orang yang ingin dapat memperoleh QRIS dilakukan dengan melakukan pendaftaran menjadi merchant atau pedagang QRIS melalui penyedia jasa pembayaran (PJP) berizin BI yang telah menjadi penyelenggara QRIS.

    “Dalam proses pendaftaran tersebut, merchant perlu memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk data seperti identitas dan profil usaha. PJP harus memverifikasi data tersebut sebelum menerbitkan QRIS untuk merchant dimaksud,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (11/4/2023).

    QRIS juga bisa diperoleh untuk kepentingan menjadi merchant tempat ibadah atau donasi sosial. Untuk bisa mendapatkan QRIS ini terdapat dokumen tambahan demi memastikan merchant tersebut benar merupakan tempat ibadah atau donasi sosial. Sehingga, nantinya dapat ditetapkan tarif merchant discount rate (MDR) 0%.

    “Pada case dugaan penyalahgunaan QRIS pada salah satu rumah ibadah di Jakarta, pelaku mendaftar sebagai merchant QRIS dengan nama restorasi masjid namun merchant tersebut tidak terdaftar sebagai tempat ibadah melainkan merchant reguler,” ujar Erwin.

    Meski mekanisme untuk memperoleh QRIS sudah didesain seperti itu, Erwin mengakui bahwa di satu sisi digitalisasi memberikan kemudahan dan banyak manfaat bagi banyak pihak, tetapi pada saat yg sama kejahatan selalu ada termasuk memanfaatkan kemudahan tersebut.

    “Karena itu, masyarakat pengguna diimbau untuk tetap berhati-haru menggunakan QRIS. Terima kasih juga sudah memberitahukan kasus ini untuk menjadi pembelajaran kita semua,” tutur Erwin.

    Saat ini sudah dilakukan pemblokiran terhadap QRIS si pelaku sehingga tidak dapat digunakan lagi oleh PJP terkait. Bank Indonesia juga sudah mengkomunikasikan kepada seluruh PJP untuk mewaspadai modus penyalahgunaan QRIS serupa.




    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.